Blitar, insanimedia.id – Sebanyak 34 jamaah umroh yang berasal dari Kota dan Kabupaten Blitar saat ini masih menjalankan ibadah di Arab Saudi. Para jamaah tersebut berada di Madinah dan dilaporkan dalam kondisi aman serta sehat.
Kepala Seksi Pelaksana Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Blitar, Purnomo, menjelaskan bahwa para jamaah tersebut belum kembali ke Indonesia karena masih menunggu perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
“Saat ini ada 34 jamaah umroh asal Blitar yang masih berada di Arab Saudi. Mereka berada di Madinah dan dipastikan dalam kondisi aman serta sehat,” ujar Purnomo, Minggu (08/03/2026).
Purnomo menyampaikan bahwa para jamaah sebelumnya dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 12 Maret. Namun, pihak terkait belum dapat memastikan jadwal kepulangan tersebut karena pemerintah masih memantau kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
“Jika kondisi memungkinkan, mereka bisa pulang sesuai jadwal. Tetapi jika situasi belum memungkinkan, kepulangan akan menunggu informasi lebih lanjut dari Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler,” jelasnya.
Purnomo juga menjelaskan bahwa jumlah jamaah umroh asal Blitar yang berada di Arab Saudi kemungkinan lebih banyak dari data yang tercatat saat ini. Sebagian jamaah berangkat menggunakan layanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dari luar daerah sehingga tidak seluruhnya tercatat di data Kemenag setempat.
“Data yang kami miliki saat ini sebanyak 34 orang. Namun kemungkinan masih bisa bertambah karena ada jamaah yang berangkat melalui PPIU di luar Blitar,” katanya.
Sementara itu, pemerintah juga menunda sementara keberangkatan jamaah umroh dari Kota maupun Kabupaten Blitar. Pihak terkait mengambil keputusan tersebut berdasarkan surat edaran Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler yang diterbitkan pada 1 Maret 2026.
Pemerintah mengambil langkah tersebut sebagai upaya pencegahan untuk menjaga keselamatan jamaah di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berkaitan dengan eskalasi konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
“Kebijakan ini diambil untuk memastikan keselamatan jamaah. Kami juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” pungkas Purnomo.







