Jalan Terjal Budi Arie Masuk Pengurus Partai Presiden Prabowo, Kader Partai Gerindra Kota Blitar Say to No

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Ketua Umum Projo, Budi Arie ingin masuk menjadi pengurus Partai Gerindra. Hal ini setelah mengumumkan bahwa Projo bukan lagi singkatan Pro Jokowi (seperti 10 tahun silam). Kini Budie Arie menyebut Projo adalah “rakyat” di mana yang memaknai kata Projo dari bahasa Jawa Kawi yang artinya rakyat yang cinta pada negara.

Sebelumnya Projo menggunakan logo wajah Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Kini logo ini juga akan berubah dan disesuaikan dengan kondisi dan filosofi terbaru.

Ketua Umum Projo, Budie Arie menyatakan akan bergabung dengan partai besutan Presiden Prabowo (Partai Gerindra). Meski demikian, bukan berarti jalannya akan mulus.

Sebab penolakan dari sejumlah kader Partai Gerindra mulai bermunculan. Salah satunya pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Blitar tegas menolak Budie Arie masuk ke DPP Partai Gerindra.

Tidak hanya dari mulut kader yang menolak, penolakan ini juga berbentuk deklarasi. Bentuk ketegasan penolakan dari para kader yang selama ini sudah berjuang memenangkan Prabowo dalam Pilpres 2024.

Penolakan ini disampaikan dalam deklarasi yang berlangsung di Kantor DPC Partai Gerindra, Sabtu (9/11/2025).

Acara deklarasi ini, dihadiri oleh seluruh pengurus DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan Ranting se-Kota Blitar, serta perwakilan dari berbagai sayap partai, termasuk Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria), Tunas Indonesia Raya, Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Kesehatan Indonesia Raya (Kesira), dan Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira).

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing, yang juga anggota DPRD Kota Blitar menegaskan, bahwa kader partai merasa tidak nyaman dengan rencana Budi Arie bergabung dengan Gerindra.

“Kita sebagai kader merasa tidak nyaman ketika ada orang-orang yang hanya mencari panggung politik untuk kepentingan sendiri. Kami lebih baik Budi Arie tetap sebagai Ketua Umum Projo dan membantu Pak Prabowo,” ujarnya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Anugerahi Satyalancana Wira Karya Brigjen Dekananto Eko Purwono

Tan Ngi Hing menambahkan, bahwa loyalitas dan dedikasi dari kader adalah kunci untuk menjaga keberlangsungan partai.

“Kami tidak rela ketika ada kapal selam yang ingin menunggangi kepentingan Partai Gerindra ke depan,” imbuhnya

Sementara, Wakil Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia mengingatkan bahwa Budi Arie memiliki sejarah yang tidak baik terhadap Partai Gerindra.

“Kami menghormati relawan, tetapi tidak bisa melupakan sejarah Budi Arie yang pernah melakukan black campaign terhadap Pak Prabowo. Ini bisa memecah perjuangan teman-teman di Gerindra,” ungkap Yohan yang juga anggota DPRD Kota Blitar.

Penolakan ini tidak hanya sebatas di Kota Blitar, tetapi juga menjadi suara kolektif dari seluruh DPC dan DPD di Jawa Timur, bahkan nasional.

“Kami ingin mempertahankan kader-kader yang telah berjuang selama 25 tahun dan tidak ingin terpecah belah oleh masuknya Budi Arie ke dalam kepengurusan DPP Partai Gerindra,” pungkas Yohan. (Oby/Rid)