Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar mendorong penguatan program Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA). Untuk penguatan ini, Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar Sosialisasi SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya), Tujuh Dimensi Lansia Tangguh, dan Pendampingan Perawatan Jangka Panjang bagi Lansia Tahun 2025 pada Selasa (02/12/2025) di Pendopo Sasana Adi Praja, Kanigoro.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Blitar, Rijanto. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia.
Dalam sambutannya, Bupati Blitar, Rijanto menyampaikan bahwa peningkatan jumlah lansia di Kabupaten Blitar harus menjadi perhatian bersama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Indonesia pada tahun 2023 telah mencapai 11,75 persen. Sementara di Kabupaten Blitar pada tahun 2024 persentasenya jauh lebih tinggi, yakni 15,70 persen atau 198.111 jiwa dari total penduduk 1.261.699.
“Kabupaten Blitar termasuk daerah dengan pertumbuhan lansia cukup cepat. Ini membutuhkan dukungan semua pihak agar para lansia tetap mendapatkan perhatian, perlindungan, dan layanan yang layak,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa pemerintah terus mendorong penguatan berbagai layanan ramah lansia, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pendampingan keluarga, hingga edukasi melalui sekolah lansia.
“Kita ingin memastikan para lansia tetap sehat, berdaya, dan berperan dalam lingkungan sekitarnya. Mereka memiliki hak untuk hidup bermartabat,” tambahnya.
Terkait pelaksanaan Program SIDAYA, Bupati menyatakan dukungan penuh Pemkab Blitar terhadap program yang digagas Kemendukbangga/BKKBN tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi sangat diperlukan untuk memberikan dampak nyata.
“SIDAYA ini bukan sekadar program, tetapi upaya kita bersama agar kualitas hidup lansia semakin baik. Pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh sektor,” jelasnya.
Pemkab Blitar juga mendorong optimalisasi layanan konseling lansia di Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra) di Balai Penyuluhan KB kecamatan, serta mengaktifkan kembali sekolah lansia di kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) yang ada di desa dan kelurahan.
Dengan berbagai penguatan tersebut, pemerintah berharap dapat mewujudkan lansia tangguh Kabupaten Blitar sesuai tujuh dimensinya sehat, mandiri, aktif, aman, berdaya, produktif, dan tetap berpartisipasi serta mengurangi risiko perlunya perawatan jangka panjang.







