BNNK Sidoarjo Ungkap Kinerja P4GN 2025, 235 Penyalahguna Direhabilitasi

Sidoarjo, insanimedia.id– Ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Sidoarjo kian kompleks. Modus operandi yang terus berkembang, munculnya jenis narkotika baru, hingga keterkaitan jaringan lokal dengan sindikat nasional dan internasional menjadi tantangan serius.

Menghadapi kondisi tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo terus memperkuat langkah strategis melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sepanjang tahun 2025, BNNK Sidoarjo mencatat berbagai capaian penting sebagai wujud komitmen memerangi narkotika secara adaptif dan berkelanjutan. Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto menegaskan, penguatan sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya tersebut.

“Sepanjang 2025 kami memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam rangka pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Sidoarjo,” ujar Gatot, Senin (29/12).

Di bidang pemberantasan, BNNK Sidoarjo membentuk Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang bertugas melakukan penilaian komprehensif terhadap tersangka penyalahguna narkotika. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar penentuan penanganan, apakah melalui rehabilitasi atau proses hukum lanjutan.

“Tim Asesmen Terpadu ini terdiri dari unsur hukum dan medis. Tim hukum melibatkan jaksa, penyidik Polri, serta penyidik BNN, sementara tim medis diisi oleh dokter dan psikolog klinis tersertifikasi dengan metode Addiction Severity Index (ASI),” jelasnya.

Berdasarkan data BNNK Sidoarjo, sepanjang 2025 telah dilakukan asesmen terhadap 236 tersangka penyalahguna narkotika. Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 orang diputuskan menjalani rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, di lembaga rehabilitasi komponen masyarakat dan Klinik BNNK Sidoarjo. Sementara satu tersangka lainnya diproses melalui jalur hukum.

Selain upaya pemberantasan, BNNK Sidoarjo juga melaksanakan Operasi Kepatuhan Sosial pada November 2025 sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Operasi ini menyasar kawasan rawan narkoba dengan melakukan tes urine terhadap 150 orang.

Baca Juga :  Jurnalis Gorontalo Demo Polda Gorontalo Terkait Kekerasan Terhadap Wartawan RTV

“Hasilnya, dua orang dinyatakan positif menyalahgunakan narkotika jenis benzodiazepine dan MDMA. Ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini agar penyalahgunaan narkotika bisa segera ditangani,” ungkap Gatot.

Di sisi pencegahan, BNNK Sidoarjo secara konsisten mengembangkan strategi berbasis advokasi serta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). Program pencegahan menyasar lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, tempat kerja, hingga komunitas masyarakat.

“Pendekatan pencegahan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dan perilaku masyarakat agar memiliki daya tangkal yang kuat terhadap ancaman narkoba,” tambahnya.

Melalui berbagai capaian tersebut, BNNK Sidoarjo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komitmen bersama dalam upaya P4GN, dimulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

“Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pendekatan kemanusiaan, kami optimistis dapat mewujudkan masyarakat Sidoarjo yang sehat, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Bersinar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.