Blitar, insanimedia.id – Gelombang empati menerpa warga Kota Blitar menyusul bencana alam hebat yang melanda wilayah Sumatra baru-baru ini. Banjir menyapu ratusan hunian warga dan melumpuhkan ekonomi warga di Sumatra. Lebih dari seribu orang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir ini dan ratusan orang meninggal dunia.
Menanggapi situasi yang kian kritis, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan HMI Cabang Blitar menyerukan aksi solidaritas sekaligus mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah luar biasa.
Ketua MDMC Kota Blitar, Sumari, menyampaikan rasa duka mendalam atas kerugian materiil dan jiwa yang menimpa warga Sumatra. Sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan, pihaknya telah menyiapkan langkah respons cepat melalui sinergi antara MDMC dan Lazismu PDM Kota Blitar.
”Kami mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan nyata, baik melalui doa maupun donasi kebutuhan pokok dan obat-obatan. Kami siap berkoordinasi agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih di lapangan,” ujar Sumari dalam keterangannya, Senin (5/01/2026).
Ia menekankan bahwa penggalangan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian warga Blitar untuk meringankan beban saudara di Sumatra.
Kesiapan relawan di daerah tersebut dinilai mendesak mengingat skala kerusakan yang semakin masif.
Hal inilah yang memicu dorongan lebih kuat dari elemen mahasiswa. HMI Cabang Blitar menilai situasi di Sumatra sudah mencapai titik yang mengharuskan intervensi penuh dari negara.
Ketua Bidang KPP HMI Cabang Blitar, Khoirul Anam, menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak boleh lagi menunda penetapan status bencana nasional.
Menurutnya, indikator di lapangan seperti akses jalan yang putus total, luasnya wilayah terisolasi, dan terus bertambahnya jumlah korban sudah sangat mencukupi untuk menaikkan status kebencanaan.
”Kita menghadapi darurat kemanusiaan, setiap nyawa berharga.
Pemerintah harus segera menetapkan status bencana nasional agar semua sumber daya dapat digerakkan secara maksimal dan cepat,” tegas Anam.
Ia khawatir jika status tidak segera dinaikkan, birokrasi bantuan akan terhambat sementara kondisi warga di lokasi terdampak semakin memprihatinkan.







