Diduga Digebuki Teman Satu Sel, Napi Lapas Blitar Koma di Rumah Sakit

Redaksi

Insani Media

Blitar, insaninedia.id – Seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas II B Blitar menjadi korban penganiayaan diduga teman dalam satu sel tahanan. Akibatnya korban koma sejak Senin lalu.

Saat ini korban Harianto (Bangong) menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar. Pria 54 tahun ini dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sadarkan diri pada Senin (05/01/2026) lalu.

Estu Broto adik korban mengetahui kakaknya masuk rumah sakit karena stroke. Saat itu pihak keluarga mendapatkan informasi dari pihak Lapas Kelas II B Blitar.

“Katanya masuk rumah sakit karena stroke,” ungkap Estu warga Kecamatan Talun ini pada insanimedia.id, Kamis (08/01/2026) kemarin sore.

Setelah di rumah sakit, pihak keluarga memeriksa di sekujur tubuh Harianto penuh luka lebam. Luka ini seperti akibat benturan dengan benda tumpul.

Tidak hanya di badan, lebam kebiruan ini ada di paha, lengan kaki, bahkan ada bekas sulutan rokok di tubuh Harianto. Melihat kejanggalan ini, pihak keluarga sempat meminta visum ke pihak rumah sakit. Namun saat itu ditolak dengan harus menunggu persetujuan pihak Lapas.

“Katanya harus menunggu izin pihak Lapas dahulu,” ujar Estu Broto.

Tidak hanya itu, pihak keluarga juga melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian. Setelah dua kali mendatangi kantor polisi di Mapolres Blitar Kota, laporan ini akhirnya diterima oleh pihak kepolisian.

“Ini saya diminta datang lagi ke Polres Blitar Kota untuk melengkapi laporan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pegawai Lapas Kelas II B Blitar saat dikonfirmasi mengatakan akan melakukan visum pada korban. Saat dilarikan ke rumah sakit, Harianto yang menjadi narapidana karena kasus narkoba ini tengah tidak sadar.

Pihak Lapas Kelas II B Blitar lebih fokus pada pemeriksaan dan perawatan medis. “Begitu tahu sakit langsung kita bawa ke rumah sakit untuk dirawat medis,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pasutri Tewas, Satu Anak Luka dalam Tabrakan Motor dan Truk Boks di Balongbendo Sidoarjo

Mengetahui ada luka-luka yang lain, pihak Lapas Kelas II B juga langsung meminta visum pada rumah sakit. “Akan kita mintakan visum sore nanti (Kamis sore),” ujarnya.