Kediri, insanimedia.id – Kali ketiga Persik Kediri kembali terpaksa harus melakoni sebagai tim musafir. Kali ini akan bermain diluar kandang saat menjamu PSIM Yogyakarta.
Kepastian ini disampaikan ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo. Menurut Tri Widodo laga home Persik Kediri terpaksa harus dipindahkan dari Stadion Brawijaya Kediri ke Stadion ke Gelora Joko Samudro Gresik (GJS).
Pemindahan laga home tersebut dikarenakan pihak Polres Kediri Kota tidak mau berisiko mengeluarkan ijin keamanan terkait peristiwa lampau yang terjadi bentrokan antar suporter pada tahun 2019 lalu.
” Dikarenakan cerita masa lalu tragedi kelam 2019 lalu terjadi bentrok antara suporter Kediri dan suporter PSIM. Itulah yang menjadi catatan khusus Polres Kediri Kota sehingga ijin keramaian tidak diberikan kepada Panpel Persik Kediri,” terang mantan penyiar radio tersebut ditemui di Mess Persik Kediri Rabu (11/02/2026).
Kata Tri Widodo panpel Persik Kediri sebenarnya sudah memberikan solusi kepada kepolisian agar pertandingan bisa tetap digelar di Stadion Brawijaya dengan catatan tanpa kehadiran penonton.
” Polres Kediri Kota tetap tidak memberikan ijin akhirnya dengan waktu yang sangat mepet, kita sudah bergerak ke Lamongan dan Gresik dan kita memutuskan bertanding di Gelora Joko Samudro Gresik,” ungkapnya.
laga pekan ke – 21 Persik Kediri melawan PSIM Yogyakarta digelar pada hari Jumat 13 Februari 2026 besok. Ini merupakan kali ketiga bagi Persik Kediri terpaksa harus bermain diluar kandang saat mendapat jatah home .Sebelumnya Persik Kediri juga bermain diluar kandang ketika menjamu Madura United dan Persebaya Surabaya.







