Blitar, insanimedia.id — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar resmi melepas tim relawan dalam misi kemanusiaan dan dakwah bertajuk “Khidmah Ramadhan” ke Kabupaten Aceh Tamiang.
Langkah ini menjadi simbol penguatan persaudaraan (ukhuwah) lintas pulau yang dipersiapkan secara matang melalui pembekalan di Graha NU Blitar, Sabtu (14/02/2026) malam.
Acara pembekalan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PCNU Kabupaten Blitar, Kiai Muqorrobin, didampingi Sekretaris PCNU, Akhsin Alfata, serta M. Safinatun Naja, Ketua LPBI NU Kabupaten Blitar selaku koordinator program.
Kehadiran para pimpinan ini bertujuan memberikan arahan strategis serta memastikan kesiapan administrasi dan mental para relawan sebelum bertolak ke Serambi Mekkah.
Dalam arahannya, Kiai Muqorrobin menekankan bahwa pengiriman relawan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wujud nyata kehadiran NU di tengah masyarakat yang membutuhkan.
“Misi ini adalah pengabdian tanpa batas geografis. Kami ingin kader-kader Blitar membawa manfaat nyata, sekaligus belajar dari kearifan lokal masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Akhsin Alfata memastikan seluruh dukungan administrasi, mulai dari surat tugas hingga koordinasi dengan PCNU Aceh Tamiang, telah tuntas. Ada 12 relawan dari PCNU Kabupaten Blitar yang akan bertugas selama 12 hari di Aceh Tamiang.
Sementara itu, M. Safinatun Naja menjelaskan bahwa relawan yang diberangkatkan memiliki spesialisasi khusus, seperti tim akustik masjid untuk kenyamanan ibadah hingga tim pendampingan psikososial.
”Koordinasi intensif dengan PCNU Aceh Tamiang sudah kami lakukan untuk memetakan titik-titik mana saja yang paling membutuhkan intervensi. Keberangkatan tim pemetaan di awal bertujuan agar saat tim relawan inti tiba, mereka bisa langsung bekerja efektif sesuai dengan kondisi riil di lapangan,” kata Safin.
Sebagai langkah awal, Tim Koordinasi yang terdiri dari Ahmad Ardabili (Ketua LTMNU), Muhammad Munib (Ketua LazisNU), dan Alip Gunawan (Manajer LazisNU) akan berangkat pada Ahad (15/2) untuk memetakan lokasi.
Langkah ini penting guna memastikan distribusi bantuan dan titik pengabdian tepat sasaran.
Puncaknya, pada Selasa (17/02/2026), rombongan utama yang dikoordinasi oleh Anisatu Nadhiroh (LPBI) akan menyusul.
Tim ini beranggotakan sembilan personel lintas badan otonom seperti UNU Blitar Banser, Fatayat, RMI, dan LTN.
Mereka akan menjalankan program multifungsi, mulai dari pengelolaan dapur umum, layanan guru ngaji, hingga syiar digital selama bulan suci Ramadhan di pelosok Nusantara.







