Kediri, insanimedia.id – Persik Kediri harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan. Tuan rumah memanfaatkan laga penting ini untuk keluar dari tekanan di papan bawah klasemen.
Madura United mencetak dua gol melalui Alesandro pada menit ke-34 dan R Sousa pada menit ke-73 setelah masuk sebagai pemain pengganti. Persik Kediri hanya mampu membalas satu gol lewat tendangan keras R Sanjaya dari luar kotak penalti pada menit ke-62.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menilai timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, ia menyebut kesalahan individu di lini belakang membuat tim gagal membawa pulang poin.
“Secara performa, kami adalah tim yang lebih baik hari ini dan kami pantas mendapatkannya. Kami punya banyak peluang. Tapi di sepak bola, dua area kotak penalti itu sangat penting. Di area kami sendiri, kami kebobolan dengan cara yang terlalu mudah. Gol pertama mereka sungguh tidak bisa dipercaya,” terangnya
Ia menegaskan bahwa penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang belum terselesaikan. Tim tidak mampu mengonversi peluang menjadi gol, sementara lawan langsung memaksimalkan setiap celah di pertahanan.
“Kami menciptakan banyak peluang yang seharusnya bisa dicetak menjadi gol, tapi kami tidak melakukannya. Jika Anda tidak bisa memenangkan permainan di kotak penalti, maka Anda akan kalah. Kami menguasai permainan, punya peluang, segalanya, tapi kesalahan di area sendiri dan kegagalan di depan gawang lawan adalah penentu kemenangan atau kekalahan,” tegasnya.
Kekalahan ini terasa mengecewakan bagi Persik Kediri karena mereka harus takluk dari tim yang berada di bawah mereka di klasemen. Kondisi ini membuat tim merasa terpukul dan tidak puas dengan hasil yang didapat.
“Ini pertandingan yang sangat penting. Kalah di sini jelas bukan yang kami inginkan. Kami sedih dan malu karena seharusnya kami bisa menang di sini. Kami kalah dari tim yang ada di bawah kami, itulah kenapa hasil ini sangat mengecewakan,” tambahnya.
Meski demikian, Marcos meminta timnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Persita. Ia menargetkan kemenangan saat bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.
“Kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Sekarang kami harus fokus ke laga melawan Persita. Kami akan bermain di kandang sendiri, didukung suporter, dan target kami jelas: harus raih tiga poin,” tegasnya.
Ia juga menilai Persik Kediri memiliki potensi besar untuk bersaing, tetapi konsistensi permainan masih menjadi tantangan utama yang harus dibenahi ke depan.
“Kami sudah membuktikan bahwa kami bisa mengalahkan siapa saja di liga ini, tapi di saat yang sama kami juga bisa kalah dari siapa saja jika pertahanan tidak rapat dan peluang tidak dimanfaatkan. Saya tahu dan saya yakin pemain bisa memenangkan pertandingan mana pun. Jadi sekarang fokus ke Persita, lalu ke pertandingan selanjutnya. Itu satu-satunya cara,” pungkasnya.
ersik Kediri harus mengakui keunggulan Madura United dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan. Tuan rumah memanfaatkan laga penting ini untuk keluar dari tekanan di papan bawah klasemen.
Madura United mencetak dua gol melalui Alesandro pada menit ke-34 dan R Sousa pada menit ke-73 setelah masuk sebagai pemain pengganti. Persik Kediri hanya mampu membalas satu gol lewat tendangan keras R Sanjaya dari luar kotak penalti pada menit ke-62.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina Torres, menilai timnya sebenarnya mampu menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, ia menyebut kesalahan individu di lini belakang membuat tim gagal membawa pulang poin.
“Secara performa, kami adalah tim yang lebih baik hari ini dan kami pantas mendapatkannya. Kami punya banyak peluang. Tapi di sepak bola, dua area kotak penalti itu sangat penting. Di area kami sendiri, kami kebobolan dengan cara yang terlalu mudah. Gol pertama mereka sungguh tidak bisa dipercaya,” terangnya
Ia menegaskan bahwa penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang belum terselesaikan. Tim tidak mampu mengonversi peluang menjadi gol, sementara lawan langsung memaksimalkan setiap celah di pertahanan.
“Kami menciptakan banyak peluang yang seharusnya bisa dicetak menjadi gol, tapi kami tidak melakukannya. Jika Anda tidak bisa memenangkan permainan di kotak penalti, maka Anda akan kalah. Kami menguasai permainan, punya peluang, segalanya, tapi kesalahan di area sendiri dan kegagalan di depan gawang lawan adalah penentu kemenangan atau kekalahan,” tegasnya.
Kekalahan ini terasa mengecewakan bagi Persik Kediri karena mereka harus takluk dari tim yang berada di bawah mereka di klasemen. Kondisi ini membuat tim merasa terpukul dan tidak puas dengan hasil yang didapat.
“Ini pertandingan yang sangat penting. Kalah di sini jelas bukan yang kami inginkan. Kami sedih dan malu karena seharusnya kami bisa menang di sini. Kami kalah dari tim yang ada di bawah kami, itulah kenapa hasil ini sangat mengecewakan,” tambahnya.
Meski demikian, Marcos meminta timnya segera bangkit dan mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya melawan Persita. Ia menargetkan kemenangan saat bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter.
“Kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Sekarang kami harus fokus ke laga melawan Persita. Kami akan bermain di kandang sendiri, didukung suporter, dan target kami jelas: harus raih tiga poin,” tegasnya.
Ia juga menilai Persik Kediri memiliki potensi besar untuk bersaing, tetapi konsistensi permainan masih menjadi tantangan utama yang harus dibenahi ke depan.
“Kami sudah membuktikan bahwa kami bisa mengalahkan siapa saja di liga ini, tapi di saat yang sama kami juga bisa kalah dari siapa saja jika pertahanan tidak rapat dan peluang tidak dimanfaatkan. Saya tahu dan saya yakin pemain bisa memenangkan pertandingan mana pun. Jadi sekarang fokus ke Persita, lalu ke pertandingan selanjutnya. Itu satu-satunya cara,” pungkasnya.







