Blitar, insanimedia.id – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam di Dusun Kedawung RT 04 RW 08, Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, pada Senin (20/4/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan sekitar 5.000 ekor ayam mati terbakar serta kerugian material ditaksir mencapai Rp200 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB di kandang milik Gianar Wirawan Kusuma. Api pertama kali diketahui oleh Musriah, ibu pemilik kandang, yang melihat kobaran api sudah membesar dari dalam area kandang.
“Saat diketahui, api sudah cukup besar sehingga warga langsung berupaya meminta bantuan dan melaporkan ke pihak terkait,” ujar Kasi Dampak Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, saat dikonfirmasi.
Sejumlah warga, termasuk Sujiono dan Djani, berupaya membantu melakukan penanganan awal. Namun, karena api cepat membesar, laporan segera diteruskan ke perangkat desa dan pemilik kandang untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar mengerahkan dua unit armada ke lokasi. Sekitar pukul 11.45 WIB petugas tiba dan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB.
Menurut Tedy Prasojo, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di area kandang. “Dari hasil sementara, kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelasnya.
Selain menghanguskan ribuan ayam, kebakaran juga merusak seluruh bangunan kandang serta berbagai peralatan di dalamnya. Barang bukti yang ditemukan di antaranya potongan kayu terbakar, bangkai ayam, dan peralatan kandang yang hangus.
Pihak pemilik kandang menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak akan menempuh jalur hukum terhadap pihak manapun.
Penanganan di lokasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar, Polsek Nglegok, Koramil Nglegok, Kecamatan Nglegok, Inafis Polres Blitar Kota, serta perangkat desa dan warga setempat.
Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik, guna mencegah kejadian serupa terulang.







