Agama Sebagai Alat Perlawanan di Blitar

Tim Redaksi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id— Komunitas literasi Lapak Baca Ceria mengadakan diskusi dan bedah buku “Islam & Teologi Pembebasan” di Kedai Kopi Satu Rasa, Kamis (05/03/2026) malam. Kegiatan ini mengupas bagaimana ajaran Islam dapat dimaknai sebagai kekuatan spiritual yang berpihak pada perjuangan melawan ketidakadilan sosial dan penindasan struktural.

Acara yang dimoderatori oleh Bima tersebut menghadirkan Zainal Arifin sebagai pemantik diskusi. Dalam pemaparannya, Zainal menekankan bahwa ajaran Islam tidak semestinya berhenti pada praktik seremonial semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan konkret yang membela kaum mustad’afin atau kelompok yang tertindas.

Zainal, yang juga dikenal sebagai simpatisan Lapak Baca Ceria, menyoroti praktik keberagamaan yang kerap dipakai untuk membenarkan kekuasaan. Ia menilai, esensi iman justru terletak pada sikap keberpihakan terhadap masyarakat yang terpinggirkan oleh sistem.

“Islam hadir bukan untuk melegitimidasi kekuasaan yang zalim, melainkan untuk meruntuhkannya. Jika agama tidak lagi mampu bicara soal kemiskinan dan perampasan hak, maka kita perlu bertanya, Islam mana yang sedang kita pelajari?” ujar Zainal secara lugas.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Koordinator Lapak Baca Ceria, Reyda Hafis. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk respons atas kondisi sosial yang dinilai semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Reyda menegaskan bahwa komunitasnya berkomitmen menghadirkan ruang diskusi yang progresif bagi kalangan muda di Kota Blitar.

“Kami ingin meja kopi ini menjadi persemaian gagasan yang tajam. Literasi harus memiliki daya dobrak. Diskusi malam ini adalah upaya kami untuk merawat nalar kritis di tengah gempuran zaman yang semakin pragmatis,” tegas Reyda.

Diskusi yang berlangsung hingga larut malam itu diakhiri dengan sesi tanya jawab seputar relevansi teologi pembebasan dalam konteks lokal Blitar, kemudian ditutup dengan foto bersama peserta.

Baca Juga :  Kasus Bullying di Blitar, Komnas PA Jatim Minta Kasus Diproses Serius

Melalui forum ini, Lapak Baca Ceria kembali menegaskan perannya sebagai ruang alternatif yang konsisten menghidupkan tradisi intelektual dan wacana kritis di Bumi Bung Karno.