Blitar, insanimedia.id — Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang dibarengi angin kencang melanda Dusun Sidoasri, Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Dampaknya, sejumlah rumah penduduk dan satu bangunan sekolah mengalami kerusakan di beberapa bagian.
Mengacu pada laporan resmi BPBD Kabupaten Blitar, hujan mulai mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB. Tak lama kemudian, angin kencang datang dan menerbangkan sebagian atap rumah warga.
Di wilayah RT 1 RW 4, tercatat delapan rumah terdampak dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari ringan hingga cukup berat. Kerusakan terparah menimpa rumah milik Hendra Irawan setelah atap berbahan esbes terlepas dan tersapu angin. Sementara rumah lainnya umumnya mengalami kerusakan ringan seperti genteng berjatuhan, serta seng dan esbes yang terlepas dari rangka atap.
Sementara itu, di RT 2 RW 4 terdapat tiga rumah yang juga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap dan teras. Selain hunian warga, ruang kelas di SDN Sumberagung 03 turut terdampak karena sejumlah gentengnya beterbangan akibat terpaan angin. Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, menyampaikan bahwa pihaknya segera bergerak ke lokasi setelah menerima informasi dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.
“Kami segera melakukan asesmen bersama unsur terkait. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga, melakukan pembersihan material yang membahayakan, serta pemasangan terpal untuk rumah yang atapnya rusak,” ujar Wahyudi.
Ia juga menjelaskan bahwa BPBD telah mendistribusikan bantuan logistik berupa paket sembako kepada warga yang terdampak. Masyarakat pun diingatkan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
“Saat ini cuaca masih hujan ringan. Kami mengimbau warga tetap berhati-hati, terutama apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang susulan,” tambahnya.
Proses penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Jatim (Agisena Wilayah Kabupaten Blitar), TNI, Polri, Muspika Kecamatan Gandusari, perangkat desa, relawan, serta partisipasi warga sekitar.







