Antisipasi Banjir, Wali Kota Blitar Tinjau Langsung Empat Pembangunan Gorong-Gorong Bawah Rel

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar tengah serius mengantisipasi terjadinya banjir di sejumlah titik. Wilayah yang paling rentang banjir terjadi di sekitar jalan Mastrip dan Anggrek.

Saat debit air hujan tinggi, banjir bisa mencapai roda mobil. Meski banjir tidak berselang lama, namun sempat mengganggu aktivitas warga, khususnya pengguna jalan.

Pemerintah Kota Blitar juga membangun sejumlah gorong-gorong untuk diperbesar. Ini agar air tidak meluap ke jalan raya.

Untuk memastikan pembangunan gorong-gorong ini, Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, meninjau langsung empat titik aliran air yang menjadi perhatian pemerintah kota dalam upaya pengendalian debit dan pembenahan drainase.

Empat titik tersebut berada di kawasan Taman Kehati, sudetan aliran Jati Malang, depan Kolam Renang Sumber Udel, serta saluran di Jalan Anggrek.

Dalam tinjauan tersebut, Mas Ibin sapaan akrab Syauqul Muhibbin Walikota Blitar mengungkapkan bahwa persoalan utama berada pada saluran gorong-gorong di Jalan Anggrek. Gorong-gorong tersebut dinilai terlalu sempit karena berada di bawah rel kereta api dan masuk dalam kewenangan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Saluran di bawah rel kereta api itu yang menjadi kendala utama. Ukurannya kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air secara optimal,” ujar Mas Ibin, Selasa (16/12/2025) kemarin.

Pemerintah Kota Blitar, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan PT KAI melalui surat resmi agar dilakukan pelebaran saluran di bawah rel tersebut. Sementara itu, kondisi saluran di sisi lain dinilai relatif memadai dan hanya mengalami hambatan pada titik bawah rel.

“Kami akan bersuray ya kepada PT KAI karena pembangunan drainase yang merupakan arah aliran air menuju Jalan Anggrek melewati rel kereta api,” tambahnya

Dari hasil peninjauan, Mas Ibin menyebut empat titik tersebut secara umum masih berada pada jalur perencanaan. Namun, pada tahap awal, kapasitas saluran dinilai belum sepenuhnya mencukupi.

Baca Juga :  Perwali 33 sebagai Dasar Pemkot Blitar untuk Memberikan Sanksi Tindak Lanjut Pengawasan

Meski demikian, terdapat beberapa titik yang sudah memungkinkan untuk dilakukan pemecahan debit aliran, khususnya di depan Kolam Renang Sumber Udel dan di sekitar Taman Kehati.

Untuk mendukung penanganan di empat lokasi tersebut, Pemerintah Kota Blitar telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar. Pembangunan dan pembenahan saluran direncanakan rampung pada tahun depan.

“Kami targetkan seluruh penanganan di empat titik ini bisa diselesaikan tahun depan,” pungkasnya.