Blitar – Insanimedia.id : Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar menaruh perhatian pada kesiapan shelter milik Dinas Sosial (Dinsos) dalam menghadapi potensi peningkatan permasalahan sosial di tengah dinamika kebijakan dan kondisi ekonomi masyarakat.
Peninjauan yang dilakukan pada Rabu (08/04/2026) tidak hanya berfokus pada kondisi fisik bangunan, tetapi juga pada aspek kesiapsiagaan layanan jika terjadi lonjakan kebutuhan pelayanan kesejahteraan sosial.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menilai bahwa shelter saat ini telah memenuhi standar dasar dari sisi kebersihan dan kelayakan. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal kondisi bangunan, melainkan kapasitas layanan yang harus mampu beradaptasi dengan peningkatan kebutuhan.
“Shelter ini secara umum sudah baik, tetapi ke depan harus dipastikan mampu menampung dan melayani lebih banyak kasus sosial. Jangan sampai ketika terjadi peningkatan, fasilitas dan layanan kita tidak siap,” ujarnya.
Komisi IV menekankan pentingnya perencanaan jangka menengah, khususnya dalam memperkuat sarana pendukung dan kapasitas layanan, termasuk sumber daya manusia dan fasilitas khusus bagi kelompok rentan.
Menurut Sugeng, potensi meningkatnya pelimpahan permasalahan sosial dari desa ke kabupaten perlu diantisipasi sejak dini, terlebih dalam situasi efisiensi anggaran yang terjadi di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Kami melihat ada potensi peningkatan beban layanan di Dinsos. Maka shelter harus disiapkan tidak hanya untuk kondisi saat ini, tetapi juga untuk kebutuhan ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, Mikhael Hankam Indoro, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan penguatan layanan, termasuk peningkatan sarana prasarana dan kapasitas operasional shelter.
Ia memastikan bahwa masukan dari Komisi IV akan menjadi bagian dari perencanaan strategis, baik dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) maupun penyusunan anggaran tahun berikutnya.
“Kami menyadari pentingnya kesiapan layanan ke depan. Oleh karena itu, peningkatan sarpras dan kapasitas shelter akan kami lakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelasnya.
Dinsos juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan masalah sosial dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan antisipatif ini, diharapkan shelter tidak hanya berfungsi sebagai tempat penanganan sementara, tetapi juga menjadi pusat layanan sosial yang responsif dan adaptif terhadap dinamika kebutuhan masyarakat. (riz)







