Banjir Sumatra, Dosen Psikologi UNU Blitar: Pemulihan Trauma Korban Bencana di Sumatera Harus Mulai dari “Perut”

Penulis : Sulkhan

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Penanganan bencana alam di wilayah Sumatera, mulai dari banjir hingga gempa bumi, memerlukan pendekatan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aspek kejiwaan.

Dosen Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Hengki Hendra Pradana, S.Psi., M.Psi, menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar sebagai fondasi utama pemulihan psikologis korban.

​Hengki menyoroti bahwa trauma yang dialami korban merupakan permasalahan serius yang butuh penanganan cepat dan tepat.

Menurutnya, meski bantuan sudah mulai mengalir dari berbagai lini, pemerintah harus lebih meningkatkan fokus pada daerah-daerah terpencil yang terdampak paling parah.

​”Korban sangat membutuhkan penanganan yang tanggap. Jika merujuk pada Teori Hierarki Maslow, kebutuhan yang paling dasar dan mendesak adalah kebutuhan fisiologis, seperti makanan, air bersih, dan tempat berlindung,” ujar Hengki, dalam wawancara yang dilakukan pada Rabu (7/1/2026).

Dosen Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Hengki Hendra Pradana, S.Psi., M.Psi
Dosen Psikologi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar, Hengki Hendra Pradana, S.Psi., M.Psi

​Ia menjelaskan bahwa banyak korban di pedalaman Sumatera Barat, Aceh, hingga Bengkulu kini kehilangan rumah dan harus bertahan di tenda pengungsian.

Akses makanan bergizi yang terhambat dapat memicu stres berat dan kelelahan ekstrem. Jika urusan perut ini tidak terpenuhi, proses pemulihan psikologis lainnya akan sulit berjalan karena daya tahan tubuh korban yang menurun.

​Selain kebutuhan fisik, Hengki juga menekankan pentingnya kebutuhan rasa aman. Ketakutan akan adanya bencana susulan serta ketidakpastian mengenai tempat tinggal permanen sering kali menimbulkan kecemasan kronis dan gangguan tidur, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

​”Kurangnya rasa aman di pengungsian dapat memicu konflik sosial dan gangguan kecemasan yang mendalam.

Oleh karena itu, kepastian layanan kesehatan dan keamanan fisik di lokasi pengungsian adalah hal yang mutlak,” tambahnya.

​Mengakhiri pembicaraan, Hengki berharap pemerintah dapat segera mengambil keputusan strategis dengan pertimbangan yang matang.

Baca Juga :  Sumatra Berduka, Blitar Bergerak: MDMC Galang Donasi, HMI Desak Status Bencana Nasional

Baginya, kecepatan pemerintah dalam bertindak akan sangat menentukan kesejahteraan psikologis jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak bencana.