BHS Dorong Pembenahan Damkar Sidoarjo, APD Minim dan Gaji Petugas Disorot

Tim Redaksi

SIDOARJO, insanimedia, id– Isu keselamatan publik kembali mencuat. Kali ini, perhatian tertuju pada kesiapan dan kesejahteraan personel pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidoarjo.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menilai dukungan anggaran, perlengkapan, hingga honor petugas Damkar masih belum sebanding dengan risiko kerja yang mereka hadapi.

Dalam kunjungannya ke Sidoarjo, Bambang mengungkapkan bahwa ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas masih jauh dari kebutuhan ideal. Dari total kebutuhan, APD yang tersedia disebut baru sekitar 20 persen.

“APD sangat kurang. Padahal ini perlengkapan utama yang melindungi keselamatan petugas saat menghadapi kebakaran maupun situasi darurat lainnya,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.

Tak hanya soal perlengkapan, kondisi armada pemadam kebakaran juga menjadi perhatian. Beberapa unit mobil pemadam dinilai belum dalam kondisi optimal, bahkan ditemukan kendaraan yang mengalami gangguan teknis saat pengecekan.

“Armada harus benar-benar prima. Kalau ada yang mogok, respons terhadap kebakaran bisa terhambat. Ini menyangkut keselamatan warga dan aset industri,” tegasnya.

Sorotan lain yang tak kalah penting adalah kesejahteraan petugas. Honor Damkar di Sidoarjo disebut masih berada di kisaran Rp2,4 juta per bulan. Angka tersebut dinilai belum layak jika dibandingkan dengan tingkat risiko pekerjaan yang setiap hari mereka hadapi.

“Mereka mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan masyarakat, aset publik, dan kawasan industri. Idealnya penghasilan mendekati UMR agar mereka bisa bekerja dengan tenang dan fokus,” katanya.

Sebagai salah satu pusat industri dan kawasan hunian padat di Jawa Timur, Sidoarjo dinilai membutuhkan sistem perlindungan kebakaran yang kuat dan profesional. Keberadaan Damkar, menurut Bambang, menjadi salah satu indikator penting bagi kepercayaan investor dan pelaku usaha.

“Bagi dunia industri, aspek keselamatan itu prioritas. Damkar adalah garda terdepan yang selalu menjadi pertanyaan utama ketika berbicara tentang keamanan kawasan,” ujarnya.

Baca Juga :  Perbedaan Data Kemiskinan BPS dan Bank Dunia, Pengamat Tekankan Pentingnya Akurasi Data

Menanggapi masukan tersebut, Kepala BPBD Sidoarjo, Sabino Mariano, menyatakan pihaknya menerima evaluasi tersebut sebagai bahan perbaikan. Ia memastikan seluruh catatan akan disampaikan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti.

“Apa yang menjadi evaluasi hari ini akan kami sampaikan kepada pimpinan sebagai bahan pembenahan ke depan,” kata Sabino.

Ia menegaskan, personel BPBD dan Damkar tetap bersiaga selama 24 jam, termasuk saat libur Idulfitri. Penempatan petugas di sejumlah pos dilakukan untuk memastikan respons cepat terhadap potensi kebakaran maupun bencana lainnya.

“Kami tidak mengenal hari libur. Saat Lebaran pun tetap siaga di pos masing-masing,” ujarnya.

Sabino juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat meninggalkan rumah untuk mudik. Ia mengimbau warga memastikan aliran listrik dalam kondisi aman, kompor telah dimatikan, serta kendaraan ditinggalkan dalam keadaan baik.

Sorotan terhadap minimnya fasilitas dan kesejahteraan Damkar Sidoarjo ini diharapkan menjadi momentum evaluasi serius. Penguatan sarana, peningkatan anggaran, serta perhatian terhadap kesejahteraan petugas dinilai menjadi langkah mendesak demi menjamin keselamatan masyarakat dan keberlanjutan aktivitas industri di Kabupaten Sidoarjo.