BPJN Kebut Perbaikan Jalur Mudik Jladri–Wawar–Congot, Target Bebas Lubang H-10 Lebaran

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Purworejo, insanimedia.id – Menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (BPJN Jateng–DIY) mempercepat penanganan sejumlah ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama pemudik.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian berada di jalur Jladri–Tambakmulyo–Wawar hingga Wawar–Congot yang melintasi Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.6 Provinsi Jawa Tengah, Wahyuningsih Tri Hermani, mengatakan pihaknya melakukan perbaikan jalan sepanjang 66,67 kilometer. Penanganan tersebut mencakup ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar sepanjang 50,52 kilometer dan ruas Wawar–Congot sepanjang 16,42 kilometer.

Menurutnya, kedua ruas tersebut menjadi jalur penting karena menghubungkan arus kendaraan dari Jawa Tengah menuju Daerah Istimewa Yogyakarta maupun sebaliknya.

“Perbaikan jalur mudik pada PPK 2.6 Jawa Tengah kami lakukan sepanjang 66,67 kilometer. Fokus utama saat ini adalah penanganan jalan berlubang dan kerusakan ringan agar jalan aman dan nyaman dilalui pemudik,” ujar Wahyuningsih, Kamis (12/3/2026).

Ia menegaskan BPJN tidak melakukan pelebaran jalan pada ruas tersebut pada tahun ini. Pekerjaan lebih difokuskan pada pemeliharaan perkerasan jalan agar kondisi jalur tetap optimal saat dilalui kendaraan dalam jumlah besar selama masa mudik.

“Kami menargetkan pada H-10 Lebaran kondisi jalan sudah zero lubang sehingga jalur mudik benar-benar siap dilalui masyarakat,” katanya.

Selain pemeliharaan rutin, BPJN juga menyiapkan paket pekerjaan preservasi jalan yang meliputi rekonstruksi sepanjang 400 meter, rehabilitasi minor sepanjang 1,66 kilometer, serta rehabilitasi mayor sepanjang 1 kilometer.

Namun hingga H-10 Lebaran, pekerjaan yang dikerjakan baru mencakup sebagian rehabilitasi minor. Sementara pekerjaan lainnya akan dilanjutkan setelah masa arus mudik dan Lebaran berakhir.

Untuk mendukung kegiatan pemeliharaan tersebut, PPK 2.6 Jawa Tengah memperoleh anggaran sekitar Rp1,99 miliar guna menjaga kondisi jalan sepanjang 66,67 kilometer tetap layak dilalui.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Atap Teras SDN Bendo 1 sudah Roboh

Wahyuningsih mengakui curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir menjadi tantangan tersendiri karena dapat mempercepat kerusakan jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi memang menjadi tantangan. Namun kami menambah tim patching agar penanganan bisa lebih cepat sehingga target jalan bebas lubang menjelang mudik dapat tercapai,” ujarnya.

Sebagai dukungan pelayanan bagi pemudik, BPJN juga menyiapkan Posko Lebaran di Rest Area Martani KM 78+600 pada ruas Jladri–Tambakmulyo–Wawar. Posko tersebut disiagakan untuk membantu kelancaran arus kendaraan serta memberikan layanan jika terjadi kendala di jalan.

BPJN juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap mengutamakan keselamatan selama berkendara.

“Kami berharap jalur mudik yang kami siapkan dapat dilalui dengan aman dan nyaman. Kami juga mengimbau pemudik memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan, mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan, serta beristirahat jika merasa lelah,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur PT New Cakti, Lalu Panji Gusangan, menyampaikan bahwa sebagian pekerjaan perbaikan jalan sebenarnya sudah dilakukan di lapangan.

Menurutnya, video jalan berlubang yang sempat viral di media sosial kemungkinan merupakan rekaman kondisi lama sebelum perbaikan dilakukan.

“Sebagian pekerjaan sebenarnya sudah dikerjakan. Namun muncul video lubang lama sehingga seolah-olah pekerjaan belum dilakukan. Kami menargetkan pada Jumat, 13 Maret 2026, kondisi jalan sudah zero lubang dan clear,” ujarnya.

Ia menambahkan tim di lapangan tetap bersiaga melalui pos-pos Bina Marga guna memastikan kondisi jalan terus terpantau selama arus mudik berlangsung.

Panji juga menyebut ruas Jalur Deandels di wilayah pesisir memiliki panjang sekitar 60 kilometer dengan kebutuhan penanganan yang cukup besar. Selama ini perbaikan lebih banyak dilakukan dengan metode tambal sulam karena keterbatasan anggaran.

Baca Juga :  Apel Kesiapsiagaan dan Deklarasi Damai, Mas Ibin: Blitar tidak Takut

Meski demikian, berbagai program penanganan jalan mulai dijalankan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan tersebut.

Melalui berbagai langkah tersebut, jalur nasional yang melintasi wilayah Purworejo dan Kebumen diharapkan dapat memberikan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran bagi para pemudik yang menuju Yogyakarta maupun daerah lain selama musim mudik Lebaran tahun ini.