Blitar, insanimedia.id – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang mencuat ke publik belakangan ini dinilai bisa diselesaikan dengan cara yang sangat sederhana dan membumi.
Menurut kader muda NU, Gus Ahmad Khubbi Aly Rahmad atau Gus Khubby, kuncinya adalah para sesepuh dan kiai duduk bersama dalam suasana kekeluargaan.
Gus Khubby, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren di Jatinom ini, menyoroti peran media sosial yang membuat riak-riak organisasi kini menjadi konsumsi publik secara luas.
Ia mengajak para kiai dan pimpinan untuk segera berkumpul. “Hari ini semua orang melihat, kabeh wong ndelok, kabeh wong moco media sosial… monggo para sepuh-sepuh segera kumpul bareng, ngliwet bareng, terongan bareng,” ujar Gus Khubby.
Cara penyelesaian melalui tradisi berkumpul dan makan bersama ini mencerminkan karakter santri yang selalu mengutamakan kemudahan.
”Insyaallah selesai, jadi ini masalah sebetulnya bisa diselesaikan. Apalagi tradisi kita adalah tradisi santri, biasanya sesulit apapun jika orang santri lebih gampang (menyelesaikannya),” tambahnya.
Wawancara mendalam ini disampaikannya saat menjadi tamu podcast di kanal YouTube Bakul Kumpo.
Lebih lanjut, Gus Khubby mengingatkan bahwa fokus elit NU harus segera beralih pada tantangan besar Abad Kedua NU. Ia menekankan perlunya peningkatan kualitas sumber daya manusia NU di berbagai sektor.
“Tantangan NU ke depan adalah bagaimana sumber daya manusia yang sebesar ini mampu dikelola dengan baik, dari segala sisi, dari ekonomi, bagaimana warga NU semua kaya semua,” tegasnya, mengajak kader NU untuk menyebar dan menguasai segala bidang.







