Blitar , insanimedia.id — Pondok Ramadan khusus janda lansia di Kecamatan Talun kembali dibuka pada bulan suci tahun ini. Program yang digagas ibu-ibu Muslimat PAC Talun tersebut menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus penguatan ibadah bagi para peserta lanjut usia.
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, menyampaikan kegiatan ini merupakan program sosial-keagamaan yang telah berjalan rutin sejak 2010, meski sempat terhenti dua kali saat pandemi. Ia mengapresiasi konsistensi penyelenggara dalam menghadirkan ruang ibadah bagi lansia, khususnya para janda.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan sebenarnya sudah terus menerus dilakukan. Pondok ini menjadi bentuk ibadah sosial yang luar biasa, apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan yang penuh berkah, magfirah, dan rahmat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan pondok Ramadan memberi ruang bagi para lansia untuk memperkuat ibadah. Ia juga secara spontan memberikan bantuan berupa selimut dan matras demi kenyamanan peserta.
“Tadi kami spontan membantu selimut dan matras untuk tidur. Pesertanya para lansia dan janda, kalau bukan untuk ibadah kapan lagi,” tambahnya.
Tahun ini lokasi pondok dipindahkan ke Lingkungan Jengglong, Kelurahan Kaweron, Kecamatan Talun. Sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo. Pemindahan dilakukan untuk meningkatkan fasilitas, terutama tempat tidur dan kamar mandi, karena jumlah peserta terus bertambah.
Ketua Muslimat Anak Cabang Talun, Nur Laili, menjelaskan total peserta yang terdaftar di lokasi baru mencapai 50 orang. Sementara di lokasi lama masih ada sekitar 30 peserta yang dikelola Muslimat tingkat ranting.
“Peserta semakin banyak, sementara fasilitas di tempat lama sudah kurang memadai, terutama tempat tidur dan kamar mandi. Karena itu kami berinisiatif mencari lokasi yang lebih layak,” jelasnya.
Mayoritas peserta berasal dari wilayah Talun, meski ada beberapa yang datang dari luar kecamatan. Kegiatan pondok Ramadan berlangsung selama 12 hari dengan rangkaian materi keagamaan, ibadah bersama, serta kegiatan rihlah sebagai penyegaran.
“Rihlah ini sebagai penyegaran setelah menerima materi beberapa hari. Kami ajak ziarah ke makam pendiri pondok Ramadan, lalu ditutup buka bersama di Masjid Raya Miftahul Jannah,” kata Nur Laili.
Program ini diharapkan terus menjadi wadah pembinaan mental dan spiritual bagi para janda lansia, sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadan.







