Cuaca Lembab dan Curah Hujan Cukup, Produktivitas Padi Meningkat

Penulis : Budi

Insani Media
Petani kota Blitar Segera Panen Raya

Blitar, insanimedia.id – Cuaca pas 2025 dinilai membawa keuntungan bagi sektor pertanian di Kota Blitar, khususnya pertanian padi. Cuaca yang yang lebih basah sepanjang 2025 membawa dampak positif bagi sektor pertanian di Kota Blitar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mencatat, ada peningkatan signifikan pada luas panen dan produksi padi dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada 2025 lalu cuaca lembab dan curah hujan yang cukup bagi petani padi.

Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito, menjelaskan bahwa cuaca pada 2025 relatif lebih mendukung aktivitas pertanian. Berbeda dengan 2024 yang sempat mengalami periode kekeringan di sejumlah titik. Pada tahun ini curah hujan yang cukup memungkinkan lahan sawah ditanami padi hingga dua kali dalam setahun.

“Definisi luas panen adalah luasan lahan yang dipanen padi dalam kurun waktu satu tahun. Di 2025, cuaca cenderung basah sehingga di beberapa hamparan lahan yang sama bisa ditanami dan dipanen dua kali,” jelas Hanung, Sening(12/1/2025).

Berdasarkan catatan BPS, luas panen padi di Kota Blitar pada 2024 tercatat sebesar 574,04 hektare. Angka tersebut melonjak menjadi 835,36 hektare pada 2025, atau meningkat sekitar 45,61 persen setara penambahan 261,82 hektare.

Seiring bertambahnya luas panen, produksi padi juga mengalami lonjakan tajam. Pada 2024, produksi padi tercatat 3.722,17 ton. Sementara pada 2025, produksi mencapai 6.060,88 ton gabah kering giling (GKG), yang setara dengan sekitar 3.499 ton beras. Secara persentase, produksi beras meningkat hingga 62,83 persen dibanding tahun sebelumnya.

Hanung mengibaratkan fenomena tersebut seperti perbandingan luas tanah dan luas bangunan. Dalam satu bidang tanah, luas bangunan bisa lebih besar karena bertingkat. Hal serupa juga terjadi pada sektor pertanian.

Baca Juga :  Atap Kembali Jebol, Alfamart di Kota Blitar Dibobol Maling

“Dalam satu hamparan sawah, luas tanam bisa lebih besar dari luas lahannya, karena dalam satu tahun bisa ditanami dua kali. Ini umumnya dipengaruhi cuaca dan jenis bibit padi yang digunakan,” terangnya.