Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Terima Tambahan Rp248 Juta untuk Pengadaan Obat dan Alat Medis

Rizma Erina

Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar kembali memaksimalkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 dengan anggaran tambahan sebesar Rp248 juta. Tambahan anggaran ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan alat pemeriksaan kesehatan yang belum tercukupi pada pengadaan sebelumnya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Muhdianto, mengungkapkan bahwa tambahan anggaran tersebut berasal dari SILPA DBHCHT hasil perubahan tahun berjalan.

“Tambahan Rp248 juta ini kita gunakan untuk pengadaan obat umum, obat jiwa, serta alat pemeriksaan kolesterol dan asam urat. Saat ini semuanya sudah dalam proses, tinggal menunggu kedatangan barang,” jelasnya.

Muhdianto menjelaskan, kebutuhan obat di seluruh fasilitas kesehatan cukup besar, sehingga pengadaan awal sebesar Rp800 juta dinilai masih belum mencukupi. Terutama untuk stok obat jiwa dan obat-obatan umum yang terus meningkat karena tingginya jumlah pasien rawat jalan di puskesmas.

“Untuk pengadaan awal memang sudah kita realisasikan, tapi karena kebutuhan pasien meningkat, kita tambah untuk antisipasi tahun depan. Kita tidak ingin ada kekosongan obat di pelayanan dasar, termasuk obat jiwa yang penggunaannya rutin,” ujarnya.

Selain obat, tambahan DBHCHT juga diarahkan untuk melengkapi alat pemeriksaan kesehatan sederhana yang dibutuhkan tenaga medis di puskesmas dan pustu. Alat pemeriksaan kolesterol dan asam urat akan membantu deteksi dini penyakit tidak menular di tingkat pelayanan pertama.

“Dengan tambahan alat ini, pelayanan pemeriksaan dasar di pustu dan puskesmas bisa semakin cepat dan akurat. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit hanya untuk cek kadar kolesterol atau asam urat,” imbuhnya.

Muhdianto berharap, optimalisasi anggaran DBHCHT ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Baik dari sisi pembangunan sarana kesehatan, maupun dari peningkatan mutu layanan dan ketersediaan obat.

Baca Juga :  Dirlantas Polda Sulteng Diduga Melecehkan Jurnalis SCTV Palu karena Gunakan HP untuk Wawancara

“Semua kami arahkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Blitar. DBHCHT ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lengkap dan berkualitas,” pungkasnya. (Adv/riz)