Blitar, insanimedia.id — Hingga hari terakhir pendaftaran, empat petani milenial Kabupaten Blitar tercatat resmi mendaftarkan diri dalam Program Magang Pertanian ke Taiwan tahun 2026.
Program ini merupakan kerja sama luar negeri sektor pertanian yang digelar oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dilaksanakan hampir setiap tahun.
Kepala Bidang Pengembangan SDM Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, M. Rif’an, SP., MMA, menyampaikan bahwa keempat pendaftar tersebut terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Mereka merupakan petani muda aktif yang telah memenuhi persyaratan dasar, termasuk pengalaman minimal satu tahun di bidang pertanian.
“Per hari ini, di penutupan pendaftaran, ada empat petani milenial dari Kabupaten Blitar yang sudah mendaftar. Seluruhnya sedang dalam proses penyelesaian administrasi sesuai tahapan yang ditetapkan,” jelas Rif’an.
Ia menerangkan, sebelum masuk tahap seleksi nasional, para pendaftar harus melalui sejumlah proses administrasi. Petani muda wajib mendapatkan rekomendasi dari kelompok tani setempat sebagai bukti keaktifan dan pengalaman. Setelah itu, berkas direkomendasikan oleh DKPP Kabupaten Blitar untuk diproses lebih lanjut.
Tahapan berikutnya adalah mendapatkan rekomendasi resmi dari UPT Pelatihan Pertanian Ketindan. Di tahap ini, peserta melengkapi seluruh dokumen dan mengisi formulir lanjutan hingga dinyatakan lengkap sebelum diusulkan ke tingkat pusat.
“Setelah berkas lengkap dan rekomendasi diterbitkan, nama peserta akan dikirim ke Kementerian Pertanian untuk mengikuti seleksi nasional,” terangnya.
Proses seleksi dari kementerian berlangsung sekitar satu bulan. Peserta akan menjalani verifikasi administrasi, wawancara langsung, serta pembekalan, termasuk pelatihan bahasa sebagai persiapan apabila dinyatakan lolos.
Secara nasional, kuota yang disiapkan untuk keberangkatan pada 4 Mei 2026 sebanyak 50 orang dari seluruh Indonesia. Artinya, empat petani milenial asal Kabupaten Blitar tersebut akan bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Tanah Air.
Rif’an berharap, meski jumlah pendaftar dari Kabupaten Blitar masih empat orang, peluang tetap terbuka lebar apabila seluruh tahapan dapat diikuti dengan baik.
“Ini kesempatan untuk belajar sistem pertanian modern di Taiwan. Harapannya, jika lolos, mereka bisa membawa pulang pengalaman, teknologi, dan inovasi untuk diterapkan di daerah,” pungkasnya.
DKPP Kabupaten Blitar memastikan akan terus mendampingi para pendaftar hingga proses seleksi nasional selesai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian di Kabupaten Blitar.







