Gempa Pacitan 6,4 Magnitudo Dini Hari, Sebabkan Atap Bangunan di Kota Blitar Roboh

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo yang berpusat di wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat (06/02/2025) dini hari. Akibat gempa inipun berdampak hingga Kota Blitar.

Sekitar 15 menit setelah gempa terjadi, sebuah bangunan tua di Jalan Mastrip, Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar dilaporkan roboh.

Kepala BPBD Kota Blitar Agus Suherli mengatakan, gempa terjadi sekitar pukul 01.00 WIB berdasarkan informasi dari BMKG. BPBD menerima laporan adanya bangunan roboh pada pukul 02.11 WIB dari masyarakat setempat.

“Bangunan yang roboh merupakan bangunan lama. Dugaan sementara, kerusakan dipicu getaran gempa Pacitan berkekuatan 6,4 magnitudo,” ujar Agus, Jumat (06/02/2026).

Bangunan yang roboh memiliki ukuran sekitar 10 meter x 5 meter dan berada di area Café Capitol. Atap serta bangunan samping dilaporkan runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena bangunan dalam kondisi tidak difungsikan.

“Tidak ada korban jiwa. Kerugian material ditaksir sekitar Rp70 juta,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Blitar melakukan asesmen di lokasi serta memasang garis pengaman untuk mencegah warga mendekat ke area bangunan yang berpotensi membahayakan. Unsur yang terlibat dalam penanganan antara lain BPBD Kota Blitar, Agen Bencana Jawa Timur wilayah Kota Blitar, serta warga sekitar.

Sementara itu, pemilik Cafe yang berada di sebelah bangunan roboh,  Yohanes menjelaskan, bangunan yang roboh merupakan bekas gudang gula merah yang sudah tidak digunakan selama lebih dari 20 tahun dan berusia kisaran 100 tahun.

“Bangunan ini sudah lama tidak difungsikan, mungkin lebih dari 20 tahun. Saat gempa, bagian pinggirnya sudah jatuh, sekitar 15 menit mendengar suara keras kemudian saat di lihat bangunan runtuh,” ungkap Yohanes.

Baca Juga :  Musim Tanam, Petani di Kota Blitar Tidak Kesulitan Pupuk Bersubsidi

Ia menambahkan, saat kejadian kafe dalam kondisi tutup sehingga tidak ada orang maupun kendaraan di sekitar lokasi. Meski tidak ada korban, runtuhnya bangunan tersebut berdampak pada operasional kafe.

“Kami harus melakukan pemulihan dulu. Untuk sementara kafe ditutup karena masih khawatir ada gempa susulan,” pungkasnya.