Blitar, insanimedia.id – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar tancap gas memperkuat fondasi kelembagaan melalui sinergi lintas sektoral. Momentum Halal bi Halal dan Taaruf Pengurus Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) UNU Blitar masa khidmat 2026-2030 menjadi titik pijak transformasi kampus menuju institusi pendidikan berdaya saing nasional di “Bumi Bung Karno”.
Acara yang digelar di Graha PCNU Kabupaten Blitar pada Sabtu (4/4/2026) ini dihadiri oleh jajaran pengurus PCNU Kabupaten Blitar, tokoh pendidikan, serta pemangku kepentingan (stakeholder) strategis. Tampak hadir Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar KH Muhammad Ardani Ahmad, Ketua PCNU KH Mukorabin, Rektor UNU Blitar Prof. Dr. Moh. Mukri, serta Ketua BPP UNU Blitar yang baru, Dr. Arif Afandi. Kehadiran Walikota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, yang juga merupakan anggota Dewan Pembina BPP UNU Blitar, mempertegas dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kampus hijau ini.
Walikota Blitar, Syauqul Muhibbin, menekankan pentingnya kepemilikan komunal terhadap UNU Blitar sebagai aset daerah. Ia menyatakan bahwa UNU memiliki brand kuat yang setara dengan universitas nasional lainnya. “UNU ini salah satu kampus yang sudah mempunyai kualitas yang jelas, sudah mempunyai brand yang jelas, dan ini sifatnya sudah menasional. Cukup gampang mengenalkan UNU kepada masyarakat,” ujar Syauqul Muhibbin.
Ia juga menambahkan optimisme terhadap kepemimpinan baru di BPP untuk mengakselerasi visi fisik kampus. “Saya sangat optimis, Mas Arif (Ketua BPP) ini sangat berpengalaman. Saya yakin 5 tahun itu cukup untuk menjadikan UNU sebagai kampus terbesar di Blitar,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Blitar, KH Muhammad Ardani Ahmad, memberikan wejangan spiritual sekaligus motivasi organisasi. Ia mengibaratkan kondisi UNU saat ini seperti kendaraan yang siap bertransformasi menjadi lebih mewah dan tangguh. “Moga-moga UNU yang hari ini masih tampak seperti mikrolet, dalam waktu yang tidak terlalu lama, barokah pertemuan hari ini, bisa jadi Innova, bahkan kalau bisa jadi Rolls-Royce,” seloroh Kiai Ardani yang disambut tawa hangat hadirin.
Kiai Ardani juga menekankan pentingnya persatuan internal untuk mencapai mimpi besar tersebut. Ia mengingatkan agar seluruh elemen tidak terjebak dalam perselisihan yang melemahkan. “Jangan sampai kita berselisih (wala tanaza’u), karena kalau sudah berselisih maka kita akan menjadi lemah dan hilang kekuatannya,” pesannya dalam bahasa Jawa.
Struktur BPP yang baru di bawah Dr. Arif Afandi diharapkan mampu membawa gaya pengelolaan “Good University Governance”. Dengan dukungan dari mitra perbankan yang turut hadir, UNU Blitar memproyeksikan pembangunan infrastruktur representatif, termasuk mimpi membangun gedung sembilan lantai yang melambangkan bintang sembilan Nahdlatul Ulama. Sinergi ini diharapkan tidak hanya melahirkan sarjana, tetapi juga mencetak kader ulama dan pengusaha yang mampu berkontribusi bagi peradaban bangsa.






