Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar memantau perkembangan harga kebutuhan pokok selama perayaan Hari Raya Idulfitri. Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga bahan pangan masih relatif stabil, meskipun harga cabai rawit tercatat masih cukup tinggi dibanding komoditas lainnya.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar, Anang Cristiana, menyampaikan pemerintah daerah terus memantau pergerakan harga melalui Indeks Perkembangan Harga (IPH). Pemantauan tersebut dilakukan terhadap sekitar 50 jenis komoditas bahan pokok di pasar.
“Secara umum masih terkendali. Kami tetap melakukan pemantauan menggunakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) terhadap sekitar 50 komoditas kebutuhan pokok,” ujarnya, Senin (23/3).
Berdasarkan data pemantauan tersebut, cabai rawit menjadi komoditas dengan harga paling tinggi. Sebelumnya harga cabai rawit sempat mencapai Rp71 ribu per kilogram dan hingga kini masih berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang berkisar Rp40 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram.
“Kenaikan cabai rawit ini dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat saat Lebaran,” jelasnya.
Selain cabai rawit, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan, namun masih berada dalam batas aman. Saat ini harga ayam ras berada di kisaran Rp39 ribu per kilogram, sehingga masih berada di bawah HAP yang ditetapkan sebesar Rp40 ribu per kilogram.
“Untuk daging ayam ras masih aman karena belum melampaui harga acuan,” tambahnya.
Sementara itu, harga beras premium seperti merek Sania dan Koi tercatat stabil di angka sekitar Rp14.900 per kilogram. Beberapa komoditas lain juga tidak mengalami perubahan berarti, antara lain telur ayam Rp29 ribu per kilogram, bawang putih Rp38 ribu per kilogram, gula pasir Rp17 ribu per kilogram, serta minyak goreng Minyakita sekitar Rp15.700 per liter.
Anang menegaskan pemerintah daerah terus memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga di pasaran tetap terjaga.
“Kami memastikan ketersediaan dan harga tetap terjaga. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena secara umum masih stabil,” pungkasnya.







