Hasil pantuan TPID Kabupaten Blitar dan Bapanas di Pasar, Pemkab Siapkan Gerakan Pangan Murah

penulis : Rizma N.A

Insani Media

Blitar, insanimedia.id  — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Blitar bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kanigoro. Pemantauan ini melibatkan unsur dinas terkait yang tergabung dalam TPID, termasuk Dinas Pertanian serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, untuk memastikan stabilitas pangan menjelang bulan Ramadan.

Dari hasil pantauan, komoditas utama seperti minyak goreng, gula, dan beras terpantau aman dengan harga masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Ketersediaan stok pangan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Blitar hingga bulan puasa juga dipastikan mencukupi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Blitar, Fauzia Laame, mengatakan kenaikan harga terjadi pada komoditas cabai. Hingga siang hari, harga cabai tercatat mencapai Rp73.500 per kilogram. Kenaikan tersebut dipicu faktor cuaca dan serangan hama yang memengaruhi produksi di tingkat petani.

“Untuk minyak, gula, dan beras aman, tidak ada harga di atas HET. Stok pangan sampai bulan puasa juga aman untuk Kabupaten Blitar. Memang untuk cabai ada kenaikan karena cuaca dan hama,” jelas Fauzia.

Sebagai langkah menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan digelar serentak nasional pada 13 Februari mendatang di Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari. Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur dengan harga terjangkau.

GPM juga menjadi ruang bagi kelompok masyarakat dan pelaku UMKM setempat untuk menjual produk pangan segar seperti sayuran, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan.

Fauzia menegaskan, program GPM tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi akan digelar rutin setiap bulan dan berkeliling di 22 kecamatan sebagai program berkelanjutan bidang ketahanan pangan.

Baca Juga :  Pemkab Blitar Kelola Dana DBHCHT 2025 Sebesar Rp36,2 Miliar, Fokus ke Sektor Kesehatan

“Menjelang Ramadan stabilitas harga harus kita jaga. Karena itu GPM bukan hanya tanggal 13 saja, tapi akan kita arahkan rutin setiap bulan secara bergiliran di kecamatan,” pungkasnya.