Blitar, insanimedia.id – Alun-alun di Kota Blitar sempat menjadi sorotan setelah direview oleh akun Instagram @gilang.her, kini justru ikut “dinilai” langsung oleh Wali Kota Syauqul Muhibbin
Alih-alih bersikap defensif, orang nomor satu di Kota Blitar tersebut merespons santai dengan turun langsung meninjau kondisi fasilitas publik yang ramai diperbincangkan di media sosial.
“Saya diminta teman-teman untuk ikut me-review alun-alun. Kami senang kalau masyarakat ikut memperhatikan fasilitas publik,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Alun-alun Kota Blitar memang dirancang sebagai ruang terbuka yang tetap mempertahankan nilai tradisional sebagai simbol kota. Namun, ia tidak menampik adanya sejumlah catatan, khususnya terkait perawatan fasilitas yang mulai menua.
“Kalau untuk perawatan, memang ada keterbatasan anggaran. Jadi kita maksimalkan yang ada saja,” ungkapnya.
Secara umum, ia menilai kondisi alun-alun masih layak digunakan masyarakat. Meski demikian, beberapa bagian seperti cat fasilitas dan area permainan dinilai perlu pembenahan.
Selain itu, persoalan kebersihan juga menjadi perhatian, termasuk kotoran burung yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota.
Meski ada sejumlah kekurangan, Wali Kota memastikan tidak akan ada pembongkaran besar-besaran. Pemerintah, kata dia, akan lebih fokus pada perawatan fasilitas yang sudah ada.
“Yang penting dirawat, tidak perlu bongkar-bongkar. Anggarannya juga terbatas,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan kenyamanan alun-alun sebagai ruang publik bersama.
“Kalau semua ikut menjaga, kota ini akan tetap nyaman,” pungkasnya.







