Kediri, insanimedia.id – Ketua DPRD Kota Kediri Dra Firdaus melaksanakan kegiatan sosialisasi Koperasi Kelurahan Marah Putih se Kota Kediri Selasa (17/02/2026). Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Abdullah Abu Bakar, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK) Kota Kediri Eko Lukmono beserta ketua DPD PAN Kota Kediri Abdul Bagi Bafagih.
Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi melibatkan unsur koordinator Koperasi Kelurahan Merah Putih yaitu kepala Kelurahan, koordinator pengawas dan KSB (Ketua Sekretaris serta Bendahara).
Ada 3 materi bekal pelatihan yang diberikan kepada para peserta, diantaranya tentang tata Kelola Koperasi Kelurahan Merah Putih dalam koridor Jati diri Koperasi, Implementasi tata kelola koperasi Merah Putih dan akuntansi sederhana untuk koperasi sehat. Ada 3 nara sumber dari akademi yang didatangkan .
“Saya lihat dan mendengar dari Dinas masih bongkar pasang kepengurusan. Maka pagi hingga siang hari ini saya selaku ketua DPRD termasuk saya sebagai ketua Dekopinda ( Dewan Koperasi Indonesia Daerah ) Kota Kediri punya peran dan tanggung jawab di dalam anggota kami. Maka kami hadirkan para pakar untuk membuka pengertian apa yang harus dilakukan oleh KKMP itu sendiri,” terangnya Selasa (17/02/2026).
Lebih lanjut ia merasa bersyukur dari undangan yang disebar ke 46 Kelurahan semua perwakilan hadir mengikuti acara ini. Meski pun ada yang tidak hadir tapi hanya beberapa saja dan semuanya sudah terwakili.
“Ilmu ini Insyah Allah bisa dimanfaatkan sedini mungkin, karena koperasi ini terpenting adalah anggota. KKMP ini sebenarnya diuntungkan karena berdirinya di Kelurahanlah disini ada kordinator Kepala Kelurahan. Kepala Kelurahan punya peran untuk mengajak masyarakat masuk ke dalam KKMP,” pungkasnya.
Perempuan yang akrab disapa kak Edo tersebut mengakui belum begitu banyak keberadaan gerai KKMP di Kota Kediri saat ini, hal itu dikarenakan keterbatasan lahan Meski demikian hal itu tidak mengurangi antuisme warga untuk bergabung ke KKMP.
” Saya kira di wilayah Kota meski gerai belum berdiri sekali pun, selama dia sudah siap maka berdiri KKMP. Ini sudah kita buktikan banyak sekali yang sudah berjalan tanpa ada gerai sekali pun. Contoh bisa menumpang di tempat milik Kelurahan yang tidak difungsikan bisa difungsikan ulang untuk KKMP,” paparnya .
Sebagai ketua DPRD pihaknya sengaja memfasilitasi kegiatan ini dengan maksud dan tujuan untuk mendorong keberlangsungan KKMP
” Yang kita undang semua mewakili 46 Kelurahan untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Dinas pun mungkin memberikan hal itu termasuk diantaranya melakukan pendampingan dan sebagainya. Saya sebagai ketua DPRD dalam hal ini ada anggaran dari Dinas Koperasi yang diperuntukan untuk KKMP beri pelatihan maka kami tetap melaksanakan sebagai kontrol,” tutur dia.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK) Kota Kediri Eko Lukmono menambahkan keberadaan KKMP di 46 Kelurahan saat ini semuanya sudah terpenuhi legalitasnya dan berbadan hukum.
Meskipun belum semua kelurahan menjalankan konsep koperasi secara penuh, tetapi ada beberapa wilayah Kelurahan seperti Kelurahan Ngadirejo, Dandangan, Ngronggo, dan Bujel telah menunjukkan progres yang signifikan sudah melaksanakan RAT.
Keberhasilan ini terlihat dari kemampuan pengurus dalam mengelola unit usaha meski masih memanfaatkan fasilitas terbatas, seperti eks kantor kelurahan maupun ruangan milik pengurus. Bahkan KKMP Kelurahan Bandar Kidul yang belum genap beroperasi satu tahun telah berhasil menjalin koneksi dengan berbagai pihak dan membagikan Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggotanya.
” Mereka sudab bisa eksis, eksistensi mereka sangat penting dalam kepengurusan dan kegiatan usaha berjalan. Ada beberapa KKMP yang memanfaatkan eks kantor ruangan Kelurahan,” jelasnya.







