insanimedia.id – Di tengah lanskap politik digital yang semakin riuh, buku Scroll, Like, Kekuasaan Politik: Anak Muda di Era Media Sosial karya Mohamad Isyamudin hadir sebagai refleksi kritis sekaligus ajakan intelektual untuk membaca ulang relasi antara anak muda, media sosial, dan kekuasaan. Buku ini tidak sekadar membicarakan politik sebagai institusi formal, tetapi membongkar bagaimana kuasa bekerja dalam genggaman di layar ponsel, di kolom komentar, dan di ruang algoritmik yang sering tak kita sadari.
Tanpa membocorkan isi detailnya, buku ini dapat dipahami sebagai upaya serius untuk mengurai satu pertanyaan mendasar: apakah anak muda hari ini benar-benar menjadi subjek politik, atau justru hanya objek dari rekayasa opini digital ?
Politik Tidak Lagi di Panggung Formal
Salah satu kekuatan utama buku ini adalah keberaniannya memindahkan arena pembahasan politik dari gedung parlemen ke timeline media sosial. Politik tidak lagi hanya dibicarakan dalam konteks partai, pemilu, atau kekuasaan negara, tetapi juga dalam praktik sehari-hari: membagikan unggahan, memberi tanda suka, membuat utas, atau terlibat dalam perang narasi digital.
Penulis mengajak pembaca memahami bahwa tindakan sederhana seperti “scroll” dan “like” bukanlah aktivitas netral. Di baliknya terdapat struktur kuasa yang kompleks: algoritma, framing isu, buzzer politik, hingga kapitalisasi atensi. Dengan bahasa yang renyah namun analitis, buku ini menjelaskan bagaimana ruang digital telah menjadi arena pertarungan wacana yang sangat menentukan arah opini publik.
Anak Muda: Agen Perubahan atau Komoditas Politik?
Buku ini secara tajam menyoroti posisi anak muda. Generasi digital dianggap paling aktif, paling vokal, dan paling melek teknologi. Namun, apakah itu berarti mereka otomatis berdaya secara politik?
Tanpa mengungkap detail argumen spesifiknya, dapat dikatakan bahwa buku ini tidak romantis dalam melihat generasi muda. Penulis tidak sekadar memuji militansi digital, tetapi juga mengkritisi kecenderungan aktivisme instan, politik simbolik, dan budaya viral yang seringkali lebih mementingkan impresi dibanding substansi.
Di sisi lain, buku ini juga tidak pesimistis. Justru terdapat optimisme rasional bahwa anak muda memiliki potensi besar untuk merebut kembali ruang publik digital dengan catatan: mereka harus sadar terhadap mekanisme kekuasaan yang bekerja di dalamnya.
Algoritma sebagai Aktor Politik
Salah satu aspek paling menarik dalam buku ini adalah pembahasan tentang algoritma. Penulis tidak memperlakukan media sosial sebagai alat netral, melainkan sebagai struktur yang memiliki kepentingan ekonomi dan implikasi politik.
Algoritma menentukan apa yang kita lihat, siapa yang kita dengar, dan isu apa yang dianggap penting. Dalam konteks ini, politik bukan hanya soal ideologi atau kebijakan, tetapi juga soal visibilitas dan distribusi informasi. Siapa yang muncul di beranda, siapa yang tenggelam, dan siapa yang dibungkam semuanya memiliki dimensi kekuasaan.
Buku ini mengajak pembaca untuk lebih kritis terhadap arus informasi yang tampak organik, padahal sering kali telah direkayasa atau diarahkan.
Antara Demokrasi Digital dan Manipulasi Opini
Penulis juga mengangkat paradoks besar era media sosial: di satu sisi, platform digital membuka ruang partisipasi yang luas; di sisi lain, ia menghadirkan risiko polarisasi, disinformasi, dan manipulasi.
Tanpa membocorkan studi kasus atau contoh yang diangkat, buku ini secara sistematis menunjukkan bagaimana demokrasi digital dapat terjebak dalam logika viralitas. Opini yang paling emosional sering kali lebih cepat menyebar dibanding analisis yang rasional. Akibatnya, ruang publik menjadi bising, tetapi belum tentu mencerahkan.
Di titik ini, buku ini relevan bukan hanya bagi mahasiswa atau aktivis, tetapi juga bagi siapa saja yang aktif di media sosial dan peduli terhadap masa depan demokrasi.
Bahasa yang Aksesibel, Analisis yang Serius
Salah satu keunggulan buku ini adalah keseimbangan antara kedalaman analisis dan keterbacaan. Penulis menggunakan pendekatan yang reflektif, namun tetap mudah dipahami oleh pembaca umum. Istilah-istilah politik dan komunikasi dijelaskan dengan konteks yang memadai, tanpa terasa menggurui.
Buku ini cocok dibaca oleh mahasiswa ilmu politik, komunikasi, sosiologi, maupun aktivis organisasi kemahasiswaan. Namun lebih dari itu, buku ini relevan bagi generasi muda yang ingin memahami mengapa timeline mereka terasa begitu politis bahkan ketika mereka tidak secara eksplisit mencari konten politik.
Mengapa Buku Ini Layak Dimiliki ?
Ada beberapa alasan kuat mengapa buku ini patut masuk dalam daftar bacaan Anda:
- Relevan dengan kondisi terkini Politik digital bukan isu pinggiran, melainkan realitas sehari-hari.
- Memberi kerangka berpikir kritis Buku ini membantu pembaca memahami pola, bukan sekadar fenomena.
- Tidak hitam putih Penulis menghadirkan perspektif yang berimbang antara optimisme dan kritik.
- Mendorong refleksi personal Setelah membacanya, Anda mungkin akan melihat aktivitas digital Anda sendiri dengan cara yang berbeda.
Tanpa memberikan spoiler, dapat dikatakan bahwa buku ini bukan sekadar bacaan informatif, tetapi juga reflektif. Ia menantang pembaca untuk bertanya: sejauh mana kita mengendalikan ruang digital, dan sejauh mana kita justru dikendalikan olehnya?
Penutup
Scroll, Like, Kekuasaan Politik: Anak Muda di Era Media Sosial bukan hanya buku tentang media sosial atau politik, tetapi tentang kesadaran. Kesadaran bahwa di balik setiap unggahan, ada struktur kuasa. Di balik setiap viralitas, ada kepentingan. Dan di balik setiap generasi muda, ada potensi perubahan jika disertai pemahaman kritis.
Bagi Anda yang ingin memahami wajah baru politik di era digital tanpa terjebak dalam analisis dangkal, buku ini adalah pilihan yang tepat.
Jika Anda tertarik untuk memiliki dan membaca langsung analisis lengkapnya, buku ini dapat dibeli melalui website resmi Penerbit Adab. Kunjungi situs Penerbit Adab dan dapatkan buku ini untuk memperkaya perspektif Anda tentang politik digital dan peran anak muda di dalamnya. Karena di era sekarang, memahami politik bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan.






