Meneguhkan Haluan Ideologi, DPK GMNI Hukum Untag Surabaya Konsolidasi Awal Bersama Alumni

Penulis : Ridwan

Insani Media

Surabaya, insanimedia.id  Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menginisiasi pertemuan strategis dengan jajaran pimpinan serta para alumni GMNI sebagai langkah konsolidasi ideologis pada awal periode kepengurusan.

Agenda yang berlangsung di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini menjadi forum dialog untuk merumuskan dan menyamakan kembali arah gerak organisasi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua YPTA Kota Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., senior GMNI Eddy Wahyudi, S.H., M.H., serta pengurus DPK GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya. Diskusi utama difokuskan pada pendalaman ideologi Marhaenisme sebagai landasan fundamental dalam menjalankan proses kaderisasi maupun dinamika pergerakan mahasiswa.

Sinergi dengan alumni dan pimpinan GMNI dinilai strategis guna menjaga kesinambungan nilai, gagasan, serta orientasi perjuangan organisasi. Dalam forum itu, DPK juga memaparkan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya sebagai bahan evaluasi dan refleksi bersama. Penyampaian laporan tersebut menjadi pijakan dalam menyusun arah kebijakan dan program kerja komisariat ke depan.

Selain itu, pertemuan turut membicarakan garis besar haluan organisasi yang akan menjadi pedoman pelaksanaan aktivitas komisariat. Pembahasan ini kembali menegaskan posisi GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya sebagai wadah kaderisasi ideologis yang konsisten mengembangkan nilai-nilai Marhaenisme sebagaimana digagas oleh Bung Karno.

Agenda dibuka oleh Eddy Wahyudi, S.H., M.H., selaku senior GMNI, yang menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan baru Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kontinuitas ideologi Marhaenisme sebagai ruh perjuangan GMNI, serta mengingatkan agar setiap gerak organisasi tetap berpijak pada nilai-nilai dasar yang telah menjadi identitas GMNI sejak awal berdiri.

Sementara itu, J. Subekti, S.H., M.M. dalam penyampaiannya menegaskan bahwa pengembangan kader harus menjadi fokus utama komisariat. Ia menekankan pentingnya membentuk kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan pemahaman ideologis yang kuat.

Baca Juga :  IKA FH Unisba Blitar Minta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Bangun Sektor Hukum dan Pendidikan

Menurut beliau, pergerakan GMNI perlu senantiasa selaras dengan ajaran Bung Karno baik dalam konteks akademik, sosial, maupun kemasyarakatan.

Melalui forum strategis tersebut, M. Ja’far Raihan Alfath selaku Ketua DPK GMNI Komisariat Fakultas Hukum Untag Surabaya menyatakan komitmennya untuk menggerakkan organisasi secara konsisten, sistematis, dan berlandaskan ideologi. Kolaborasi dengan alumni dinilai sebagai ruang memperluas perspektif, memperkokoh tradisi organisasi, serta menjamin kesinambungan nilai dalam setiap program dan aktivitas komisariat.

Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi kepengurusan GMNI Fakultas Hukum Untag Surabaya dalam meningkatkan kualitas kader, memperkuat eksistensi organisasi di lingkungan kampus, serta menjaga GMNI tetap teguh pada nilai-nilai Marhaenisme dan tanggung jawab sosialnya terhadap bangsa dan rakyat.