SIDOARJO, insanimedia.id- Upaya modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan progres positif. Aspirasi petani di Desa Gemurung dan Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, akhirnya terealisasi melalui penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) berupa hand traktor rotary dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Rakyat Indonesia.
Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan kelompok tani yang difasilitasi Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Modernisasi alat pertanian ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan lahan sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen.
Bambang Haryo Soekartono menjelaskan, kebutuhan akan traktor modern menjadi aspirasi utama para petani di wilayah Gedangan. Menurutnya, penggunaan alat pertanian yang lebih canggih akan mempercepat proses tanam dan mengurangi ketergantungan pada metode konvensional.
“Aspirasi petani di Desa Gemurung menginginkan modernisasi alat berupa traktor. Aspirasi ini langsung kami komunikasikan kepada CSR BRI dan alhamdulillah dapat direalisasikan untuk kelompok tani di Gemurung dan Sawotratap,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.
Ia menegaskan, dukungan terhadap sektor pertanian harus menjadi prioritas, mengingat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. Dengan adanya hand traktor rotary, proses pengolahan lahan dinilai akan lebih cepat, hemat biaya, dan efisien tenaga kerja.
Selain itu, ia mengapresiasi komitmen BRI dalam mendukung pemberdayaan petani melalui program CSR. Sinergi antara lembaga perbankan, pemerintah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian pangan.
Camat Gedangan, Asmara Hadi, turut menyambut positif bantuan tersebut.
Ia menyebut kehadiran alsintan modern akan berdampak langsung pada peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan warga di dua desa penerima.
“Kami berterima kasih atas dukungan BRI yang difasilitasi Bapak Bambang Haryo Soekartono. Dengan adanya hand traktor rotary ini, produksi pangan diharapkan meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.
Penyaluran alsintan ini juga memperkuat peran gabungan kelompok tani (Gapoktan) dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan pertanian. Ke depan, modernisasi alat diharapkan tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Sidoarjo.
Langkah ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang tepat sasaran mampu menjawab kebutuhan riil petani, sekaligus mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada pangan.







