Blitar, insanimedia.id – Peningkatan infrastruktur pertanian menjadi salah satu prioritas dalam pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) bagi petani tembakau di Blitar. Salah satu program yang menjadi fokus utama adalah pembangunan dan rehabilitasi saluran irigasi tersier, yang diyakini dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen tembakau.
Koordinator Sumber Daya Alam, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur, Nurhayati, menjelaskan bahwa pembangunan irigasi tersier merupakan salah satu dari tiga program DBHCHT yang dimonitor secara intensif oleh pemerintah provinsi.
“Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi tersier menggunakan dana sebesar Rp 150 juta. Program ini bertujuan memastikan lahan pertanian tembakau tetap produktif meski menghadapi tantangan cuaca,” ujar Nurhayati.
Salah satu kelompok tani penerima manfaat, Tani Mulyo 1 Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, telah melakukan pengerjaan irigasi secara swakelola. Pengerjaan dimulai sejak bulan Juni hingga September 2025, dengan panjang saluran mencapai 226 meter. Rehabilitasi ini meliputi perbaikan alur air, saluran utama, dan percabangan kecil sehingga distribusi air ke lahan tembakau lebih merata.
Ketua kelompok tani, Slamet Mutamim, mengatakan bahwa meskipun luasan tembakau menurun karena cuaca, pembangunan irigasi tersier ini sangat membantu menjaga kualitas panen.
“Dengan irigasi yang baik, petani dapat mengatur pasokan air secara optimal. Selama musim kemarau, saluran ini sangat membantu agar tanaman tembakau tetap subur dan hasil panen tidak menurun drastis,” jelas Slamet.
Nurhayati menambahkan bahwa pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap dana DBHCHT digunakan sesuai peruntukannya.
“Alhamdulillah, hasil pemantauan menunjukkan pengerjaan saluran irigasi tersier berjalan lancar, dana dimanfaatkan maksimal, dan tidak ada kendala berarti di lapangan. Monitoring ini juga menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di program berikutnya,” ujarnya.
Pembangunan saluran irigasi tersier tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan petani, karena kualitas tembakau yang lebih baik berimbas pada harga jual yang lebih tinggi. Pemerintah provinsi berharap keberhasilan program ini dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain, sekaligus memastikan dana DBHCHT memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tani di Kabupaten Blitar. (Adv/riz)







