Pemkab Blitar Siaga, Dana Perimbangan Turun Rp309 Miliar

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar kini dihadapkan pada situasi sulit menjelang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Ini dikarenakan pada tahun depan transfer ke daerah dari pusat diperkirakan akan turun.

Tidak tanggung-tanggung, diperkirakan penurunan transfer daerah ini mencapai Rp309 miliar. Kondisi ini diperkirakan berdampak langsung terhadap sejumlah program pembangunan dan alokasi dana desa tahun depan.

Menurut data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, total dana transfer yang akan diterima pada 2026 hanya sekitar Rp1,65 triliun. Angka ini menyusut sekitar 15,76 persen dibandingkan proyeksi awal dalam dokumen RKPD/KUAPPAS 2026. Jumlah tersebut juga lebih rendah dari realisasi APBD tahun 2025 yang sempat menembus Rp1,94 triliun.

Kepala BPKAD Kabupaten Blitar, Kurdiyanto, mengatakan hampir semua komponen dana dari pemerintah pusat mengalami pemotongan.

“Dana Perimbangan turun sekitar Rp249,2 miliar atau 15,17 persen. Kemudian Dana Alokasi Umum (DAU) berkurang Rp187,8 miliar, Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik menurun Rp22,5 miliar, dan Dana Desa (DD) dipangkas sekitar Rp39,3 miliar,” katanya.

Ia juga menyebutkan, insentif fiskal yang tahun lalu masih diterima sebesar Rp7,6 miliar kini sudah dihapus. Begitu pula Dana Transfer Khusus Nonfisik yang berkurang Rp7,8 miliar. “Artinya, kami harus melakukan efisiensi secara menyeluruh. Setiap rupiah anggaran harus benar-benar diarahkan ke program prioritas,” ujarnya.

Penurunan terbesar dirasakan di pos Dana Desa yang kini hanya Rp200,1 miliar dari sebelumnya Rp239,4 miliar. Koreksi tersebut otomatis memengaruhi rencana kegiatan di tingkat desa, terutama sektor pemberdayaan masyarakat dan pembangunan infrastruktur kecil.

Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Blitar kini tengah membahas langkah penyesuaian agar pemerintahan tetap berjalan meski dengan anggaran terbatas.

Baca Juga :  Peringati HKN ke-61, Pemkab Blitar Ingin Wujudkan Masyarakat Generasi Sehat

“Total penurunan dari pusat sekitar 15 persen. Ini angka besar karena dana transfer masih menjadi pilar utama pendapatan daerah,” jelas Kurdiyanto.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Blitar akan mempercepat realisasi belanja yang sudah direncanakan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Optimalisasi PAD diharapkan bisa menutupi sebagian defisit akibat berkurangnya dana transfer.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengakui pemangkasan tersebut akan berdampak pada berbagai program. Namun, ia menegaskan proyek-proyek utama tetap berjalan.

“Meski Pamangkasan Rp309 miliar, pembangunan tidak boleh berhenti. Infrastruktur dan pelayanan dasar tetap kami prioritaskan,” ujarnya.(Tan/Rid)