Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kota Blitar menyambut kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) 9 Menteri mengenai penanganan krisis kesehatan jiwa anak. Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat langkah perlindungan anak, khususnya dalam upaya pencegahan berbagai persoalan kesehatan mental.
Kepala DP2AP3KB Kota Blitar, Mujianto, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan tersebut karena kesehatan mental anak merupakan persoalan penting yang harus menjadi perhatian bersama.
“Terkait SKB 9 menteri tentang kesehatan jiwa anak tentunya kami sangat antusias, karena persoalan kesehatan jiwa anak ini menjadi sesuatu yang penting bagi kita semua,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa berbagai permasalahan yang melibatkan anak pada akhirnya berkaitan dengan lembaga yang bertanggung jawab dalam perlindungan anak. Oleh sebab itu, pihaknya mendukung penerapan kebijakan tersebut di tingkat daerah.
“Apapun yang disebabkan oleh anak atau yang diakibatkan oleh anak ini larinya ke kami sebagai pemangku kepentingan perlindungan anak. Maka kami sangat mendukung implementasinya,” katanya.
Mujianto juga mengungkapkan bahwa persoalan kesehatan mental anak turut ditemukan di Kota Blitar. Namun, kasus yang paling banyak terjadi saat ini berkaitan dengan kecanduan permainan daring.
“Di Kota Blitar terkait kesehatan mental anak memang ada, hanya saja yang paling sering dialami kebanyakan kecanduan game online,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima surat edaran teknis secara rinci dari kementerian terkait kebijakan tersebut. Meski demikian, pemerintah daerah tetap akan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi agar pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.
“Walaupun kami belum mendapat surat edaran detail dari kementerian, ke depan kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar pelaksanaannya tepat sasaran, khususnya dalam proses pencegahan,” ujarnya.
Mujianto menilai bahwa upaya pencegahan masalah kesehatan mental anak perlu dimulai dari lingkungan keluarga melalui penerapan pola asuh yang tepat. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk kondisi mental anak sejak usia dini.
“Ini bagian dari pola asuh atau parenting. Kalau sejak dini kita menanamkan hal-hal baik dan mendukung kesehatan mental anak, insyaallah hasilnya juga baik,” pungkasnya.







