Peserta Cek Kesehatan Gratis Kota Blitar Capai 10.757 Orang, Partisipasi Masih Perlu Ditingkatkan

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Dinas Kesehatan Kota Blitar mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus meningkat hingga 25 Maret 2026 dengan jumlah peserta mencapai 10.757 orang. Capaian tersebut menunjukkan adanya tren positif dalam keterlibatan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Data evaluasi periode 12–25 Maret 2026 menunjukkan jumlah tersebut setara dengan 14,07 persen dari total sasaran. Meski mengalami kenaikan, pemerintah menilai tingkat partisipasi masyarakat masih perlu didorong agar lebih optimal.

Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (YanSDK) Dinas Kesehatan Kota Blitar, Syaiful Kusmulyanta, menyampaikan capaian ini menjadi indikator awal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan.

“Partisipasi masyarakat sudah mulai meningkat dari hari ke hari, ini menunjukkan adanya respons positif terhadap program CKG,” ujarnya, Jumat (27/3).

Ia menegaskan bahwa capaian yang masih berada di kisaran 14 persen menjadi perhatian serius bagi pihaknya untuk segera ditingkatkan.

“Kalau dilihat dari persentase, tentu masih perlu didorong agar lebih luas. Kami akan terus melakukan upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia menjelaskan seluruh puskesmas di Kota Blitar mengalami peningkatan jumlah peserta. Puskesmas Sukorejo mencatat peserta terbanyak dengan 1.149 orang atau 4,4 persen, disusul Puskesmas Sananwetan sebanyak 1.139 orang (3,99 persen), serta Puskesmas Kepanjenkidul sebanyak 587 orang (2,69 persen).

Dari sisi kehadiran, peserta yang telah mendaftar menunjukkan tingkat kehadiran yang tinggi. Puskesmas Sananwetan mencatat kehadiran sebesar 97,82 persen, Sukorejo 96,95 persen, dan Kepanjenkidul 96,38 persen.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat yang sudah mendaftar memiliki komitmen untuk hadir. Tinggal bagaimana kita meningkatkan jumlah pendaftar,” jelasnya.

Ia menambahkan mayoritas peserta berasal dari kelompok usia produktif 18 hingga 59 tahun. Kondisi ini menjadi peluang untuk meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini di kalangan masyarakat.

Baca Juga :  Dinkes Kota Blitar Sebut Kasus COVID 19 Terkendali, Imbau Warga Waspadai ISPA

“Kelompok usia produktif ini menjadi kunci, karena mereka relatif lebih mudah dijangkau untuk edukasi dan perubahan perilaku hidup sehat,” pungkasnya.