Surabaya, insanimedia.id – Maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor di kota Surabaya, disikapi secara bijak oleh Polsek Pakal. Sesuai arahan Kapolrestabes Surabaya untuk membagikan remote pengaman kepada masyarakat.
Inovasi yang diprakarsai oleh AKP Mulya Kapolsek Pakal ini dengan membuat kunci remote pengaman dan membagikan gratis kepada warga Pakal. Tahap awal sebanyak 150 unit yang terpasang dimotor warga Kecamatan Pakal.
Seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial masyarakat, modus operandi pelaku curanmor semakin adaptif dan terorganisir. Kondisi ini tidak dapat diatasi hanya melalui pendekatan represif, namun memerlukan strategi preventif yang inovatif, partisipatif, salah satunya menciptakan pengaman remot.
Kapolsek Pakal AKP Mulya Sugiharto menjelaskan, inovasi ini sebagai wujud implementasi Polri Presisi serta tindak lanjut atas arahan Kapolrestabes Surabaya, AKBP. Dr. Luthfie Sulistiawan, S.I.K., M.H., M.Si. yang menegaskan bahwa keamanan lingkungan dan peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat merupakan prioritas utama.
Berangkat dari keprihatinan atas maraknya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) serta kebutuhan masyarakat akan sistem pengamanan yang sederhana namun efektif, Kapolsek Pakal mencetuskan sebuah inovasi pelayanan kepolisian yang diberi nama RANMOR PAKAL (Remote Anti Maling Motor Pakal System),” jelas AKP Mulya, Kamis (12/2/2026).
AKP Mulya juga menegaskan, RANMOR PAKAL merupakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan bermotor berbasis remote control yang dirancang dengan konsep sederhana, mudah digunakan, efektif, dan berbiaya terjangkau.
Inovasi ini memungkinkan penerapan secara luas oleh masyarakat sebagai langkah preventif dalam mencegah aksi curanmor, sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Polri yang adaptif, presisi, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
” Harapannya, melalui inovasi RANMOR PAKAL, Polsek Pakal Polrestabes Surabaya menunjukkan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat. Inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan sebagai model pencegahan curanmor yang berkelanjutan,” pungkas AKP Mulya.







