Solidaritas Lintas Pulau, Ikhtiar NU Blitar dan Aceh Tamiang Pulihkan Mental Korban Banjir

Penulis : Sulkhan Z.

Insani Media

​Aceh Tamiang, insanimedia.id — Upaya pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini memasuki fase krusial, yakni rehabilitasi mental dan spiritual warga.

Menyadari beratnya beban tersebut, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Tamiang menggandeng NU Peduli Kabupaten Blitar untuk bersinergi mengembalikan semangat religiusitas masyarakat yang sempat luruh akibat trauma musibah.

​Rois Syuriah PCNU Aceh Tamiang, Tengku Dr. Mustofa Abdussalamsyah, mengungkapkan bahwa dampak banjir telah menciptakan jarak psikologis antara warga dengan rumah ibadah.

“Pasca-banjir, banyak warga merasa jauh dari masjid dan pesantren. Kehadiran kami di sini adalah untuk memotivasi kembali masyarakat agar giat beribadah dan kembali meramaikan institusi pendidikan Islam,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

​Menanggapi kondisi tersebut, NU Peduli Kabupaten Blitar hadir langsung ke lokasi untuk memberikan dukungan moral dan material.

Wakil Koordinator NU Peduli Kabupaten Blitar, Ahmad Ardabilly, menegaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan perwujudan ukhuwah (persaudaraan) tanpa batas geografis. Menurutnya, penderitaan warga Aceh Tamiang juga dirasakan oleh warga Nahdliyin di Jawa Timur.

​”Kami datang ke Aceh Tamiang membawa amanah dan empati dari warga Blitar. Fokus kami bukan sekadar menyalurkan bantuan fisik, tetapi juga hadir secara emosional untuk menguatkan saudara-saudara kami di sini. Jarak Blitar-Aceh memang jauh, namun ikatan batin sebagai sesama manusia dan warga NU membuat tugas ini terasa ringan,” tegas Ardabilly.

​Di sisi lain, Sekretaris PCNU Aceh Tamiang, Muhammad Tahir, menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi tim dari Jawa Timur tersebut.

Ia menyebut koordinasi yang terjalin melalui platform digital menjadi kunci efektivitas penyaluran bantuan di tengah tantangan medan yang sulit.

​”Terima kasih kepada sahabat-sahabat dari Blitar yang telah beberapa hari ini membersamai kami. Komunikasi intens melalui grup WhatsApp memudahkan kami memetakan kebutuhan di lapangan sehingga dukungan yang datang benar-benar tepat sasaran,” kata Tahir.

Baca Juga :  2 Ribu Peserta Meriahkan Lomba Mancing Bareng Squad Nusantara Kebumen

​Kolaborasi lintas wilayah ini diharapkan tidak hanya membantu warga bangkit dari keterpurukan ekonomi, tetapi juga memastikan fondasi spiritual masyarakat Aceh Tamiang tetap kokoh.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa manajemen bencana berbasis komunitas mampu melampaui sekat wilayah demi misi kemanusiaan yang berkelanjutan.