Blitar, insanimedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar akan memulai pelaksanaan program Kelurahan Cantik (Kelurahan Cinta Statistik) pada awal 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan kelurahan dalam mengelola data secara mandiri dan terstandarisasi sesuai Satu Data Indonesia.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramosito, mengatakan seluruh kelurahan di Kota Blitar pada dasarnya akan mendapatkan pembinaan. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap dengan menetapkan beberapa kelurahan sebagai lokus (lokasi) setiap tahun agar pendampingan berjalan efektif.
“Pembinaan dilakukan melalui penetapan kelurahan sasaran, penyesuaian tema sesuai potensi wilayah, serta pendampingan pengelolaan statistik dan manajemen data. Hasilnya diterapkan dalam produk data untuk mendukung perencanaan dan kebijakan kelurahan,” ujar Hanung, Kamis (19/02/2026).
Hanung mengatakan, penataan dan standarisasi pengelolaan data di tingkat kelurahan penting untuk menekan persoalan ketidaksinkronan data. Menurutnya, data yang tertib akan mempermudah pemerintah daerah maupun kementerian dalam memanfaatkan data sektoral.
“Kalau pengelolaan data di tingkat kelurahan sudah memenuhi standar, ketidaksinkronan data bisa diminimalkan atau dieliminasi, seperti pada data DTSEN dan sejenisnya,” katanya
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Blitar, Freddy Hermawan, mengatakan penentuan kelurahan masih dalam tahap seleksi. Proses ini dilakukan untuk memastikan kelurahan yang dipilih memiliki potensi dan kesiapan dalam pengelolaan data.
“Kelurahan yang diusulkan merupakan kelurahan yang sebelumnya belum pernah diajukan dalam program serupa,” ujar Freddy.
Ia menambahkan, penetapan tiga kelurahan terpilih ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Saat ini proses seleksi masih berjalan dan dalam waktu dekat akan kami tetapkan,” tandasnya.







