GRESIK, insanimedia. id– Tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif terhadap penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII akhirnya membuahkan hasil. Tepat pada hari ketiga pencarian, korban yang dilaporkan terjatuh ke laut berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (4/3)
Jasad korban ditemukan mengapung di perairan depan Pelabuhan Maspion, Gresik, setelah dilakukan penyisiran luas yang melibatkan Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Basarnas, TNI AL, hingga KPLP.
Operasi hari ketiga ini dimulai dengan pembagian zona pencarian yang ketat. Tim Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim yang menyisir sisi utara—mulai dari Pelabuhan Petrokimia hingga area Maspion—menemukan titik terang sekitar pukul 10.12 WIB. Petugas melihat sesosok jenazah yang terapung, yang setelah didekati, dipastikan merupakan korban yang dicari sejak Senin lalu.
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardhita, mengonfirmasi bahwa penemuan ini mengakhiri pencarian maraton selama 72 jam terakhir.
”Setelah tiga hari penyisiran intensif, jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan, identitasnya identik dengan laporan korban Man Over Board (MOB) dari KM Dharma Ferry VII,” ungkapnya.
Korban diketahui bernama Muslich (37), seorang wiraswasta yang berasal dari Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Tragedi ini bermula pada Senin (2/3) sore, saat korban dilaporkan terjatuh dari dek kapal ketika melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
Segera setelah ditemukan, tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah ke darat untuk dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik. Proses Visum et Repertum (VER) dan identifikasi akhir oleh Tim Inafis Polres Gresik dilakukan untuk memastikan prosedur hukum sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga di Nganjuk.
Operasi SAR Dinyatakan Selesai
Dengan ditemukannya Muslich, operasi pencarian resmi ditutup. Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan agen kapal KM Dharma Ferry VII terkait penanganan lanjutan bagi keluarga korban.
Menanggapi insiden ini, Polres Gresik kembali memberikan peringatan keras kepada seluruh operator pelayaran dan penumpang untuk selalu mematuhi protokol keselamatan di atas kapal guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal yang serupa di masa depan.







