Tukang Becak 74 Tahun di Blitar Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden

Penulis : Budi

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Sukandar tetap bekerja sebagai tukang becak di usia yang tidak lagi muda. Pria berusia 74 tahun asal Jember tersebut setiap hari mengayuh becaknya di kawasan sekitar Stasiun Blitar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sukandar telah menekuni pekerjaan sebagai penarik becak sejak puluhan tahun lalu. Ia mulai mencari penumpang di kawasan tersebut sekitar tahun 1979. Selama menjalani pekerjaan itu, Sukandar beberapa kali berpindah tempat mangkal, mulai dari kawasan Jalan Yos Sudarso hingga akhirnya menetap di sekitar Stasiun Blitar.

“Asalnya saya dari Jember. Sudah lama di Blitar, tinggal di belakang Koramil Jalan Sukun,” ujarnya saat ditemui.

Sukandar hingga kini masih mengandalkan becak sebagai sumber penghasilan utama. Namun, ia mengaku penghasilannya tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran transportasi berbasis aplikasi membuat jumlah penumpang becak semakin berkurang.

“Sekarang penghasilan tidak mesti. Kadang dapat, kadang tidak. Kalau sebulan bisa sekitar seratus ribu lebih, tapi tidak tentu,” katanya.

Sukandar juga menilai kondisi Kota Blitar yang tidak terlalu besar turut memengaruhi jumlah penumpang. Aktivitas masyarakat di kota tersebut tidak seramai kota lain yang memiliki kawasan industri.

“Blitar ini kota kecil, bukan kota industri. Tidak seperti Tulungagung yang lebih ramai. Di sini kadang jam tujuh malam saja sudah sepi,” ungkapnya.

Di tengah kondisi tersebut, Sukandar merasa bersyukur karena pemerintah memberikan bantuan becak listrik dari Presiden kepada dirinya. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah pekerjaannya sekaligus menarik lebih banyak penumpang.

“Mudah-mudahan dengan becak ini penumpang bisa bertambah dan penghasilan juga meningkat,” katanya.

Baca Juga :  Meski Pemkot Blitar Tekankan Program Kencan SAE untuk Orang Dewasa, Tercatat ada 17 Remaja Ajukan Dispensasi Nikah