Warga Menganti Kebumen Ditemukan Meninggal Membusuk di Rumah

Penulis : Joe Hartoyo

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Warga Desa Menganti, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen digegerkan dengan penemuan mayat di dalam rumah. Korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Senin, (02/03/2026).

Saat ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, kondisi jenazah sudah dalam tahap pembusukan. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke Polsek Sruweng untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan,  bahwa penemuan itu bermula dari kecurigaan warga yang mencium bau tidak sedap dari arah rumah korban. Informasi tersebut kemudian diteruskan hingga perangkat desa bersama warga mendatangi lokasi.

“Setelah dicek ke dalam rumah, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan mengalami pembusukan,” kata AKBP Putu.

Korban diketahui bernama Wasiyun (70), seorang buruh harian lepas yang tinggal di RT 02 RW 02 Desa Menganti. Ia ditemukan terbaring di lantai dapur rumahnya. Di dekat jasad korban, petugas menemukan obat jenis Amosterra serta alat untuk membuat rokok linting.

Berdasarkan keterangan warga, korban terakhir terlihat pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika membeli es teh di sekitar rumahnya. Saat itu ia disebut dalam kondisi kurang sehat, meskipun tidak diketahui secara pasti penyakit yang dideritanya.

Pihak keluarga, yang rutin menjenguk setiap tiga hari sekali, merasa curiga ketika mencium bau menyengat saat berkunjung. Bersama warga, mereka kemudian memeriksa ke dalam rumah dan mendapati korban telah meninggal dunia.

Anak perempuan korban yang tinggal satu rumah dan diduga mengalami gangguan kejiwaan diketahui hanya terdiam di dalam rumah saat kejadian.

Petugas dari Polsek Sruweng, tim Inafis, serta PMI Kebumen segera melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan area, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kebumen untuk dilakukan pemeriksaan luar.

Baca Juga :  Tidak Memperhatikan Kereta Api Lewat, Truk Tronton Dihantam Kereta Api hingga Ringsek

Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan. Tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, baik bekas jeratan maupun luka akibat benda tajam atau tumpul.

Keluarga juga membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolres menegaskan bahwa hasil olah TKP yang dilakukan bersama jajaran terkait dan pemeriksaan medis sementara tidak menemukan indikasi unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.