Blitar, insanimedia.id – Perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini menjadi momen istimewa bagi umat warga Tionghoa di Kota Blitar. Sebab Klenteng Po An Kiong dapat kembali digunakan, setelah mengalami kebakaran pada 2021 lalu.
Bangunan klenteng yang sempat ludes terbakar ini, akhirnya kembali difungsikan dan untuk pertama kalinya. Warga Tionghoa menggunakan dalam perayaan Imlek 2026 usai melalui proses pembangunan selama tiga tahun.
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan Imlek, pengurus klenteng menggelar ritual memandikan Kim Sin. Ritual tersebut menjadi simbol penyucian sekaligus penanda dimulainya aktivitas ibadah di bangunan klenteng yang telah direvitalisasi.
Ketua Klenteng Po An Kiong, Pratidina, menjelaskan bahwa Kim Sin bukanlah patung yang disembah, melainkan simbol tokoh-tokoh bijak yang menjadi teladan dalam ajaran agama.
“Yang kami hormati adalah spirit dan keteladanan hidupnya, bukan wujud patungnya,” ujarnya.
Di Klenteng Po An Kiong terdapat 14 Kim Sin, dengan tokoh utama seperti Gong Co dan Dewi Kwan Im. Seluruhnya menjadi bagian penting dalam tradisi keagamaan umat yang beribadah di klenteng tersebut.
Pratidina juga menyampaikan, meski secara kapasitas tidak jauh berbeda dengan bangunan lama, desain klenteng kini terasa lebih luas karena konsep ruang yang terbuka tanpa banyak sekat.
“Dulu banyak ruang terpisah, sekarang lebih terbuka sehingga terasa lebih lapang,” katanya.
Ia menambahkan, Imlek tahun ini diharapkan dapat diikuti lebih banyak umat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, selama masa pembangunan, kegiatan ibadah harus dilakukan secara terbatas.
“Sekarang klenteng sudah bisa digunakan kembali, harapannya umat bisa beribadah dengan lebih nyaman,” imbuhnya.







