Waspada ! Instal Aplikasi Kencan, Gadis Asal Wlingi Blitar Shopee Payleter-nya Dikuras hingga Rp11 Juta

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Nasib apes menimpa NP gadis 25 tahun asal Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Ia menjadi korban gendam usia bertemu dengan laki-laki yang dikenalnya lewat asplikasi kencan.

NP menceritakan, awalnya ia menginstal aplikasi kencan dan berkenalan dengan orang yang mengaku bernama Fachri dengan nama akun Mas Fah. Keduanya melanjutkan saling bertukar nomor WhatsApp.

“Pelaku mengaku memiliki bisnis di Blitar dan meminta saya mengurus, makanya saling tukar nomor telepon dan mengajak bertemu,” cerita NP.

Setelah saling kenal, keduanya bertemu di Stasiun Wlingi pada 02 April 2026 lalu. Setelah bertemu, keduanya naik mobil Ayla warna hitam yang dikendarai terduga pelaku yang mengaku seorang keturunan Padang asal Surabaya.

Saat bertemu keduanya sepakat akan pergi ke pantai yang ada di Blitar. Terduga pelaku Mas Fah ini meminta korban untuk menaruh tasnya di kursi mobil belakang. Kemudian terduga pelaku meminjam

gawai milik korban dengan alasan untuk membuka Google Maps.

NP tidak menaruh curiga saat gawainya dipakai oleh pelaku. Sepanjang perjalanan terduga pelaku menceritakan soal bisnis yang dimilikinya di Blitar.

Terduga pelaku juga meminta ATM milik korban dengan dalih untuk tarik tunai. “Dia itu ngomongnya cepet banget, seperti ngalihin fokus saya, sehingga saya tidak konsen,” ujarnya.

Hingga keduanya sampai di salah satu Mushola yang ada di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro. Saat itu, terduga pelaku meminta pada NP untuk sholat.

“Pelaku mondar-mandir terus di sekitar mushola dan meminta saya untuk masuk ke mushola lewat jendela, katanya pintunya dikunci,” katanya.

Usia mengambil air wuhdu, NP masuk ke dalam mushola melalui jendela. Kemudian terduga pelaku masuk ke dalam mobil dan kembali keluar. Terduga pelaku kembali keluar dan menanyakan nomor rekening dan pin ATM.

Baca Juga :  5 Pengedar Dobel L dan Sabu-sabu Dibekuk, 1 Anak Di Bawah Umur

“Saat itu saya berikan, karena saya sudah terpecah konsentrasi saya,” tagasnya.

Kemudian terduga pelaku pergi meninggalkan NP dengan alasan ke ATM BRI mengambil uang tunai. Lalu ia keluar dari mushola melalui jendela mushola.

“Ada ibu-ibu tetangga mushola tanya ke saya, kok lewat jendela, saya jawab katanya masnya pintunya dikunci. Ibu itu bilang kalau pintu mushola tidak dikunci. Lalu saya coba buka ternyata benar tidak dikunci,” ungkapnya.

Setelah menunggu selama setengah jam, pria yang dikenalnya mengaku bernama Fahri ini tidak kembali. Terduga pelaku pergi dengan membawa tas, dompet, dan hp miliknya.

Kemudian ia meminta pertolongan ke warga untuk mengantarkan pulang. Sehari berikutnya, ia mendapati transaksi melalui aku. Shopeenya untuk membeli gawai dan perhiasan yang nilainya hampir Rp10 juta.

Barang yang dipesan ini masih dalam perjalanan dengan alamat tujuan Jalan Parang Pamor, Nomor 7, RT 07, RW 23, Sondokan, Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Shopeepay latternya juga digunakan oleh terduga pelaku menginap di salah satu red door yang ada di Kota Pasuruan.

Akibat kejadian ini, NP mengalami kerugian sekitar Rp11 juta dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Sampai saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.