Blitar, insanimedia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Blitar masih belum menjangkau seluruh sasaran. Dinas Pendidikan (Dispendik) menyebut ada sekitar 22 ribu warga yang hingga kini belum menerima dalam layanan tersebut. Dispendik Kota Blitar masih menunggu distribusi bantuan gizi dari pemerintah pusat.
Kepala Dispendik Kota Blitar, Dindin Alinurdin, mengungkapkan bahwa jumlah penerima saat ini sudah mencapai 32 ribu jiwa setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kauman resmi beroperasi dan menambah total dapur layanan menjadi sebelas titik.
“Dengan tambahan SPPG Kauman, total manfaatnya menjadi 32 ribu jiwa. Artinya masih ada 22 ribu yang belum terlayani,” ujar Dindin.
Menurutnya, keterbatasan kapasitas dapur menjadi penghambat perluasan layanan. Beberapa dapur bahkan sudah bekerja maksimal dan tidak bisa lagi menambah jumlah sasaran.
“Setiap SPPG kami upayakan bisa menangani 3.000 jiwa. Tapi seperti SPPG di SMK 1, yang sasarannya sudah 2.700, itu sudah tidak mungkin ditambah lagi,” jelasnya.
Masalah kapasitas juga dipengaruhi oleh aturan baru yang menurunkan batas produksi. Jika sebelumnya dapur MBG dapat menyiapkan hingga 4.000 porsi, kini ketentuannya dibatasi hanya 2.500 porsi.
“Sebelumnya maksimal 4.000 jiwa, sementara dalam juknis terbaru maksimum hanya 2.500,” tambahnya.
Untuk memenuhi kekurangan sasaran, pemerintah sedang menyiapkan 18 dapur SPPG tambahan yang saat ini dalam proses peninjauan dan pengesahan. Dindin berharap seluruh dapur baru tersebut dapat segera beroperasi sehingga ribuan warga yang masih menunggu bisa mendapatkan akses makanan bergizi harian.
“Sekarang masih proses di BGN ada 18 dapur lagi. Mudah-mudahan semuanya bisa segera berjalan,” pungkasnya.(Tan/Rid)







