Blitar, insanimedia.id – Cuaca kencang menerpa seluruh Pulau Jawa termasuk di Kabupaten Blitar akhir-akhir ini. Angin kencang ini disebabkan munson Asia yang sedang aktif dan bibit siklon 91S di selatan Pulau Jawa yang juga sedang aktif.
Akibat angin kencang ini, di Blitar terjadi sejak Sabtu (24/01/2026) lalu. Peristiwa tersebut mengakibatkan pohon tumbang di berbagai titik, menyebabkan kerusakan bangunan warga serta sempat mengganggu akses jalan di beberapa kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudi, mengatakan hingga Minggu (25/1)pukul 15.30 WIB, pihaknya mencatat sedikitnya 14 laporan kejadian yang masuk dan telah ditangani.
“Total laporan yang masuk ada 14 kejadian akibat angin kencang dan seluruhnya sudah kami tangani bersama petugas gabungan,” ujar Wahyudi saat di konfirmasi, Minggu (25/01/2025) sore.
Angin kencang terjadi sejak pukul 07.00 hingga 18.00 WIB dan berdampak di sejumlah kecamatan, di antaranya Selorejo, Sutojayan, Gandusari, Nglegok, Ponggok, Wonotirto, Selopuro, Kademangan, dan Kanigoro. Dampak yang ditimbulkan berupa pohon tumbang yang menimpa rumah warga, warung, kandang ternak, fasilitas umum, hingga kendaraan.
Selain itu, sejumlah akses jalan sempat tertutup akibat pohon tumbang, termasuk jalur nasional penghubung Kabupaten Blitar–Kabupaten Malang di wilayah Selorejo. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena langsung dilakukan penanganan di lapangan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan assessment cepat dan pembersihan material pohon tumbang agar tidak membahayakan masyarakat serta akses jalan bisa segera dibuka kembali,” jelas Wahyudi.
Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, DLH, PLN, relawan, perangkat desa, dan masyarakat setempat. BPBD juga menyalurkan bantuan logistik serta material darurat kepada warga terdampak untuk mendukung perbaikan awal bangunan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang. Jika ada kejadian darurat, segera laporkan agar bisa segera ditangani,” pungkasnya.







