Dharma Santi di Wlingi Dorong Harmoni dan Ekonomi Wisata

Penulis : Rizma N.A.

Insani Media

 

Blitar, insanimedia.id — Kegiatan Dharma Santi yang berlangsung di kawasan Wisata Vialor Tembalang, Kecamatan Wlingi, pada Minggu (19/4/2026), menghadirkan peran ganda sebagai ajang silaturahmi umat Hindu sekaligus upaya memperkuat keharmonisan sosial dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Bupati Blitar, Rijanto, menyatakan bahwa Dharma Santi menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan, menumbuhkan nilai kebersamaan, serta menjaga kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

“Dharma Santi menjadi sarana untuk saling memaafkan, mempererat hubungan antarsesama, serta membangun keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Dharma Santi juga mencerminkan penerapan ajaran dharma yang menekankan nilai kebaikan, kedamaian, dan sikap saling menghargai. Nilai tersebut dinilai penting dalam menghadapi dinamika sosial yang membutuhkan penguatan toleransi dan semangat gotong royong.

Pemerintah Kabupaten Blitar mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat persatuan sebagai dasar utama dalam menjaga stabilitas daerah. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk aktif mendukung berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

Pelaksanaan kegiatan di kawasan wisata Vialor Tembalang turut menjadi strategi untuk mengangkat potensi pariwisata daerah. Kegiatan ini diharapkan mampu menarik perhatian publik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Pemilihan lokasi di kawasan wisata menjadi langkah strategis untuk mengenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan kunjungan,” lanjutnya.

Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan dalam menjaga, merawat, dan mempromosikan destinasi wisata di Kabupaten Blitar agar terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan warga.

Melalui Dharma Santi ini, nilai kebersamaan, kedamaian, dan persaudaraan diharapkan tetap terjaga seiring dengan upaya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun 2025, LDII Kota Kediri Ajak Evaluasi Diri Tingkatkan Kualitas Menuju 2026