Blitar, insanimedia.id – Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar pelantikan, sosialisasi, dan halal bihalal Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur VIII di Hotel Santika Blitar pada Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran dokter hewan dalam mendukung pembangunan sektor peternakan yang berkelanjutan di daerah tersebut.
Wakil Bupati Blitar, Beky Herdihansah atau Mas Beky, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dokter hewan dalam mendampingi peternak di tengah berbagai tantangan sektor peternakan. Ia menyebut tantangan tersebut meliputi ancaman penyakit hewan menular, fluktuasi harga pakan, perubahan iklim, serta tuntutan peningkatan kualitas dan daya saing produk.
Ia menilai bahwa upaya menghadapi tantangan tersebut membutuhkan pendekatan menyeluruh, terutama melalui penguatan pendampingan langsung di lapangan.
“Dokter hewan tidak hanya berperan dalam pengobatan, tetapi juga harus mengedepankan upaya pencegahan. Ini penting agar produksi tetap stabil dan kesejahteraan peternak bisa meningkat,” ujarnya.
Kabupaten Blitar memiliki potensi besar di sektor peternakan dengan populasi ternak yang signifikan. Data tahun 2025 mencatat jumlah sapi potong mencapai 142.138 ekor, sapi perah 21.803 ekor, kambing 386.607 ekor, domba 19.655 ekor, ayam petelur 29,6 juta ekor, serta ayam pedaging 8,4 juta ekor. Daerah ini juga berperan sebagai salah satu penopang utama produksi telur nasional.
Mas Beky menambahkan bahwa dokter hewan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan asal hewan. Peran tersebut mencakup pengawasan kesehatan ternak, pengendalian penyakit, serta pengendalian penggunaan antibiotik agar tidak menimbulkan residu berbahaya bagi masyarakat.
Ketua PDHI Cabang Jawa Timur VIII, Riris Dian Wiwahyu, menyatakan bahwa organisasinya siap meningkatkan pendampingan kepada peternak, khususnya pada sektor perunggasan yang menjadi tulang punggung produksi telur di Kabupaten Blitar.
Ia menjelaskan bahwa tren layanan kedokteran hewan saat ini lebih menitikberatkan pada langkah pencegahan penyakit sejak di tingkat kandang. Pendekatan ini dinilai efektif untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Selain itu, PDHI terus mendorong penggunaan antibiotik secara bijak dan memperkuat edukasi kepada peternak terkait praktik budidaya yang sehat dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara PDHI, pemerintah daerah, dan para peternak, sektor peternakan di Kabupaten Blitar diharapkan mampu berkembang lebih maju, adaptif terhadap berbagai tantangan, serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







