Alhamdulillah, Biaya Haji 2026 Turun, Walau Tipis

Insani Media

Blitar, insanimedia.id – Besaran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 untuk calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Blitar resmi diumumkan. Untuk Embarkasi Surabaya, jemaah harus membayar Rp 60.645.422. Penurunan biaya dibanding tahun sebelumnya hanya sekitar Rp 310 ribu. Tahapan pelunasan baru dapat dilakukan setelah jemaah dinyatakan memenuhi istitha’ah kesehatan.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Blitar, Mun’im Sufufi, memaparkan bahwa total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini mencapai Rp 93.860.981. Dari jumlah itu, porsi Bipih yang menjadi kewajiban jemaah sebesar Rp 60,6 juta.

“Jemaah sebelumnya sudah setor awal Rp 25 juta, jadi sisa pelunasannya sekitar Rp 35.645.422,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penurunan Bipih terjadi, namun jumlahnya tidak signifikan, sekitar Rp 300 ribu dibanding tahun lalu.

Pelunasan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dibuka 24 November sampai 23 Desember. Tahap kedua pada 2 sampai 9 Januari 2026.

Tahun ini ada mekanisme baru, yakni istitha’ah harus selesai sebelum jemaah bisa melunasi. Sistem kini terintegrasi antara aplikasi kesehatan, Siskohat, dan bank BPS Bipih.

“Jika datanya sudah dinyatakan istitha’ah oleh dinas kesehatan, otomatis jemaah berhak melunasi,” tambah Mun’im.

Menurutnya, saat ini sekitar 90 persen CJH sudah menjalani pemeriksaan kesehatan awal. Meski demikian, hasil akhir istitha’ah masih menunggu input dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

“Belum semua terinput, jadi kami belum mengetahui jumlah jemaah yang lolos istitha’ah. Prosesnya masih berjalan,” katanya.

Kabupaten Blitar memiliki 967 jemaah berhak lunas Bipih. Jumlah tersebut meningkat seiring bertambahnya kuota haji Jawa Timur, dari 35 ribu menjadi 42 ribu jemaah.

Setelah pelunasan, tahapan berikutnya meliputi pengurusan paspor, perekaman biovisa, penyusunan pra-manifest, pembentukan kloter, hingga manasik.

Baca Juga :  Apakah Kita Cendekiawan Muslim ? Cendekiawan Muslim dan Negara: Analisis Sejarah dan Kontribusi terhadap Pembangunan Negara

“Kami optimistis tahun ini proses akan berjalan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya,” kata Mun’im.