Malang, insanimedia.id — Universitas Kepanjen kembali menggelar agenda “Ramadhan in Campus” dengan menggandeng komunitas Majelis Tengah Wengi pada Kamis (12/3/2026). Mengangkat tema unik “Belajar dari MU: Dari Gagal Menjadi Bekal”, kampus ini menyiarkan seluruh rangkaian acara secara langsung melalui platform Instagram dan YouTube untuk menjangkau audiens digital secara lebih luas.
Menggunakan pendekatan aksi sosial terukur, panitia merangkai enam kegiatan utama yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat sekitar. Tidak hanya menggelar diskusi Obrolan Ramadhan, tetapi juga menyajikan live music religi, menyantuni anak yatim, membagikan takjil gratis, serta memfasilitasi buka puasa dan salat Tarawih berjemaah.
Keterlibatan aktif antara sivitas akademika, mahasiswa, dan praktisi media kreatif menciptakan ruang kolaborasi yang nyata.
Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan visi besar institusi melalui program inovatif ini. Ia menyuntikkan semangat kepada seluruh mahasiswa lewat kampanye “Kepanjen Keren”.
“Kami ingin membuktikan bahwa meskipun kampus ini berlokasi di wilayah pinggiran, kita memiliki kapasitas penuh untuk terus berprestasi, berinovasi, dan mencetak sumber daya manusia yang kompetitif. Keterbatasan lokasi tidak pernah menghalangi kita untuk bersaing di tingkat nasional,” tegas Tri Nurhudi.
Melengkapi dorongan akademis tersebut, kreator konten santri Mambaul Huda alias Gud Tymbroo hadir menawarkan perspektif yang membumi bagi anak muda. Sebagai penggemar setia klub Manchester United (MU), ia mengajak audiens melihat naik-turunnya performa klub bola sebagai ruang untuk melatih ketahanan mental.
“Menjadi fans MU sekarang itu benar-benar melatih hati. Saat tim kalah, kita belajar sabar tingkat tinggi. Ini sejalan dengan firman Allah, ‘Innallaha ma’ash shabirin’—bahwa Allah selalu bersama orang yang sabar. Sebaliknya, saat MU menang, kita mempraktikkan syukur. Ingat, siapa yang bersyukur pasti Allah tambah nikmatnya. Jadi, kegagalan hari ini sekadar bekal untuk kita bangkit besok,” ujarnya santai.
Sinergi dua sudut pandang ini—dorongan prestasi dari rektorat dan pendekatan mental yang relevan dari praktisi digital—memberikan wawasan utuh dan berimbang (cover both sides) bagi audiens. Universitas Kepanjen berhasil memelopori model pendidikan karakter yang adaptif terhadap tren anak muda masa kini.







