Blitar, insanimedia.id — Dinas Pendidikan Kota Blitar menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 akan berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik titip-menitip siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menyampaikan bahwa seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring. Dengan sistem tersebut, orang tua atau wali murid wajib mendaftarkan anaknya sendiri sesuai ketentuan yang tertuang dalam petunjuk teknis (juknis).
“Dengan sistem online, proses pendaftaran dilakukan langsung oleh orang tua atau wali murid sesuai persyaratan dalam juknis. Jadi tidak ada ruang untuk praktik titip-menitip,” ujar Dindin, Jumat (6/3/2026).
Saat ini, Dispendik masih menunggu penetapan juknis pelaksanaan SPMB yang sebelumnya telah diajukan dan kini sedang diproses di bagian hukum Pemerintah Kota Blitar. Dokumen tersebut nantinya menjadi acuan resmi pelaksanaan sekaligus dasar sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami masih menunggu penetapan juknis karena saat ini masih berproses di bagian hukum Wali Kota. Setelah itu baru bisa kami sosialisasikan secara luas,” jelasnya.
Dindin mengatakan, secara garis besar mekanisme penerimaan siswa baru tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Pelaksanaan SPMB tetap mengikuti jadwal serta ketentuan yang ditetapkan kementerian dan direncanakan dimulai pada Mei mendatang.
Adapun jalur penerimaan yang disediakan masih meliputi jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta mutasi. Meski demikian, terdapat kemungkinan penyesuaian terkait komposisi kuota maupun jumlah rombongan belajar di setiap sekolah.
“Secara mekanisme tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Jalur tetap ada domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi, tetapi komposisi kuota bisa saja ada penyesuaian,” katanya.
Ia berharap proses pengesahan juknis dapat segera rampung sehingga Dispendik bisa melakukan sosialisasi lebih cepat kepada masyarakat, terutama kepada orang tua calon peserta didik.
“Kami berharap juknis segera ditetapkan supaya sosialisasi bisa dilakukan lebih awal dan masyarakat tidak bingung saat pendaftaran dibuka,” pungkasnya.







